Selasa, 24 Juli 2012

karena menikah bukanlah pacaran yang dihalalkan...


dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, pasti tidak banyak orang yang melaluinya dengan ayem tentrem, iya kan? nggak, nggak perlu mengangguk, angkat tangan, mengirim sms bahkan menelpon saya..^^ cukup simpan saja dalam hati.. :D

tapi kita sepakati ya, poin di atas.
bahwa tidak banyak orang yang menjalani kehidupan berumah tangganya dengan ayem tentrem a.k.a banyak yang mengalami kerikil-kerikil,  jatuh-bangun, pasang surut, bahkan topan badai hingga tsunami.

ada banyak pasangan yang seperti itu, it's mean that you are not alone!

*plis banget ga usah bayangin michael jackson lagi nyanyi.. XD

apalagi di masa-masa awal pernikahan, setidaknya 5-10 tahun pernikahan. menukil tulisan seorang saudara, kalau menurut Pak Anis Matta, dalam buku sebelum mengambil keputusan besar itu, Anis Matta mengatakan bahwa bahtera kita masuk zona badai di tahun ke 5 - 10, persiapkanlah secara matang di usia itu.

namun ada banyak pula psangan yang mampu melaluinya dengan baik, meski mereka berjalan dalam badai. badai yang kadang harus mereka hadapi bukan hanya dari pihak luar (ekonomi, kesehatan, anak, dsb), namun juga badai yang kadang diberikan oleh pasangan (kdrt, emosi yang labil, bahkan pihak ketiga).

saya menulis ini bukan karena saya mampu melalui hampir 6 tahun pernikah dengan mulus, bukan. sama sekali bukan.
kerikil-kerikil sudah banyak kami lewati, singkirkan, bahkan menusuk kaki-kaki kami selama perjalanan. bahkan tak jarang lubang besar menganga pun kami temui.
pernah terjatuh?
sering!

selama hampir 6 tahun pernikahan kami, kami melewati banyak adu argumen, beda pendapat, salah komunikasi, emosi tinggi, dan badai nestapa lainnya.
mengapakah badai nestapa? 
ya, disebut badai karena memang saat itu kami terkesan bahkan memang saling menyakitkan.
lalu kenapa nestapa?
siapa yang tidak nestapa melihat orang yang paling dikasihi, justru kita yang menyakiti?

pernah, dulu, ketika awal berumah tangga, dengan sombongnya saya menantang takdir...
"mana nih, katanya selama 5 tahun pernikahan akan banyak tantangan?"
dan akhirnya Allah menciptakan skenario indahnya yang kelak disodorkan pada saya.
dan itu membuat saya sangat kelabakan. jatuh, lalu mencoba bangun kembali. lalu kembali terjatuh, terkapar, pura-pura mati... untung ga mati beneran,,heheheh

yah, intinya ujian itu sangat indah dan memaksa saya yang sangat labil ini dan juga suami untuk belajar mendewasakan diri.
yup, ternyata trial error yang dilakukan oleh kami bukanlah sehari dua hari, sebulan dua bulan, namun bertahun-tahun.
meskipun Allah menghadiahkan masa pacaran (setelah menikah) bagi kami, selama 9-10 bulan, sebelum akhirnya saya mengandung, ternyata masa perkenalan itu memang belum cukup.
lantas, kapan cukupnya?
ya nggak akan pernah cukup. karena menikah adalah sebuah proses pembelajaran.
mengenal karakter manusia.

jujur, untuk kami yang menjalani usia pernikahan hampir 6 tahun, ternyata masih banyak ilmu pernikahan yang belum kami kuasai atau bahkan kami ketahui. dan sayangnya, memang belum ada sekolah atau kursus atau program persiapan untuk pernikahan/orang yang ingin menikah.

namun Allah, sebagai Sutradara terhebat, ternyata ga akan pernah memberikan peran sebelum artisnya mengikuti kelas akting dan lulus casting.
kerikil demi kerikil, jalan menurun maupun menanjak, lubang yang dangkal maupun yang dalam, hujan, badai, semua diberikannya. tujuannya apalagi kalau bukan untuk mendidik saya dan suami.
dan menjelang usia pernikahan ke-5, kekuatan badai dilipatgandakan berkali-kali lipat.
saya terhempas, mencoba berdiri, namun ternyata tak pernah saya temui bahwa diri saya sekuat karang...
sulit saya yakinkan diri sendiri bahwa kami bisa melewatinya.
sampai suatu ketika, saya dan suami sama-sama mengajukan keinginan kami untuk mengikuti sebuah workshop pernikahan.
saya mengajukan, begitupun dengan suami. subhanallah, ternyata kami mengajukan workshop yang sama. workshop pernikahan yang diadakan oleh pak indra noveldi.

cinta itu ibarat coklat, pahit-pahit manis...

workshop apakah?
workshop yang kami ikuti sebenarnya adalah sebuah workshop, menurut saya, mengenai ilmu dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap pasangan yang akan dan sudah menikah. lha kalau mau sukses dalam studi atau pekerjaan saja harus tahu ilmunya, apalagi ini, pernikahan, sebuah pekerjaan mulia seumur hidup yang kelak akan melahrkan generasi yang harus lebih baik dari kita sendiri.. *pasang head band, yosh...heheheh

jadi ternyata ada 5 hal yang harus dimiliki dalam kehidupan berumah tangga...
tujuan-->mindset yang tepat-->knowledge dan skill-->komitmen-->berserah

sebuah TUJUAN untuk sebuah niat baik
mengapa menikah harus memiliki tujuan?
coba saja bayangkan jika kita akan pergi berwisata namun tanpa tujuan. sampaikah keinginan kita berwisata? 
ya sampai dong,,, tapi ga tau sampai ke mana... heheheh
ketika ada yang mengajak ke dufan, kita hayuk aja ikut. ketika ada yang mengajak ke taman bunga, kita iya aja ngangguk. nah kalo ada yang ngajak ke hutan?
dan kalaupun kita akhirnya sampai di tempat2 wisata itu, lalu apa yang endak kita lakukan? apa yang hendak kita capai dari tempat wisata itu?
jangan sampai ketika kita sudah berada di dufan, kita justru sibuk mencari pemandangan air terjun yang indah.
atau ketika kita berada di gunung, kita lupa membawa jaket dan menghabiskan waktu dengan kedinginan alihalih menikmati pemandangan dan suasana sejuk pegunungan.
ya, sebuah tujuan. mari kita pikirkan, apa tujuan kita menikah, sudah tepatkah tujuan itu? sudah samakah dengan pasangan kita? atau malah kita belum memilikinya?

MINDSET yang tepat
mindset yang tepat pun harus kita miliki dalam menjalani pernikahan. memang ada mindset yang tidak tepat?
"sayang, terimalah aku apa adanya."
nah, itulah salah satu contoh mindset yang tidak tepat. 
kalau kita meminta pada pasangan kita untuk menerima kita apa adanya (iya kalau apa adanya kita adalah manusia baik, ramah, bermasa depan cerah, rajin, de es be. kalau kebalikannya?). lalu pasanganpun meminta kita juga untuk menerimanya apa adanya. lantas siapa yang akann menerima?
anak-anak kah?
dengan segala keterbatasan mereka?
mari perbaiki mindset kita, bahwa kita rela belajar untuk menjadi ada apa-apanya, bukan apa adanya.
bahwa kita rela menjadi lebih baik dan lebih rajin serta lebih bertanggung jawab dalam pernikahan ini (note for me!)

miliki KNOWLEDGE & SKILL yang dibutuhkan dalam pernikahan
jika kita akan melakukan presentasi saja harus tahu apa saja skill yang harus dimiliki, apalagi untuk menjalani kehidupan berumah tangga.
setidaknya kita harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
kita harus tahu bagaimana menyampaikan pendapat atau kritik pada pasangan kita.
dan sebelum memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terlebih dulu kita harus mengenali siapa diri kita dan pasangan kita.
dengan mengetahui siapa diri kita, kta akan tahu kapan sepertinya kita butuh menenangkan diri, kapan kita bisa bersikap menyenangkan pada orang lain, dsb.
dan dengan mengenal pasangan kita, kita menjadi tahu apa yang dia suka dan tidak suka. dengan demikian akan lebih mudah menyelami hati dan pikirannya saat berkomunikasi dengannya, meskipun tentu saja kita ga selalu tepat bersikap di hadapannya.

KOMITMEN
dalam pekerjaan saja kita diminta untuk berkomitmen, apalagi dalam pernikahan...
seberapa penting komitmen dalam sebuah pernikahan?
menurut saya pribadi, sangat penting.
karena dengan komitmen, kita akan mampu melewati setiap badai yang kita temui. ah, berat bener bahasanya..tapi seriusan deh
nih ya, ketika kita sedang dilanda maslaah dengan pasangan. misalnya ribut kecil dan pasangan meminta kita untuk mengubah kebiasaan kita yang memang ternyata kurang baik.
jika kita tidak memiliki komitmen untuk terus berusaha menjaga pernikahan yang harmonis dan mau terus belajar dalam mewujudkan itu, tentu kritik yang baik itu akan terasa seperti sebuah tamparan keras nan tak berperikemanusiaan *haduh...kejam banget yak :D (note to myself!)
tapi yakinlah, kalau dengan kimtmen, seseorang akan bisa melampaui batas yang dia pikir ia ga akan sanggup untuk melewatinya.. (iya, kalimatnya agak susah, coba baca sekal lagi ya...)

dan ketika semua sudah dilakukan, BERSERAH adalah hal paling indah
setelah kita melakukan segala hal terbaik yang mampu kita usahakan dan kita berikan dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis dan diridhoi-Nya, tinggalah kita berserah pada Allah.
percaya kan, bahwa Allah ga pernah tidur?
maka yakinlah Ia akan memberikan hadiah yang indah atas kerja keras kita dalam mewujudkan yang terbaik dalam pernikahan ini. 
jadi jangan ragu untuk terus memberi, memberi, dan memberi... karena hanya Allah lah yang berhak memberikan balasan atas itu semua, tak perlu mengharapkannya dari pasangan kita. (lagi2, note untuk diriku sendiri...)
"Prayer is not an extra option...nor a last resource...when man works, he works... but when man prays, God works... and He will work for your best...!" (@noveldy)

dari workshop tersebut, banyak pembelajaran yang saya dapatkan, bahkan dari sharing yang para peserta tuturkan. bahwa saya dan suami ga pernah sendiri dalam menjalani pernikahan dan seluk beluknya.

bahwa pernikahan adalah sebuah hal yang patut diperjuangkan, meski itu artinya harus terjatuh, bangkit, kembali terjatuh, dan lantas bangkit menjalani semuanya hingga akhir hayat. karena itu pertanggungjawaban pada orang tua, anak-anak tercinta, dan juga Allah... (sebuah paragraf yang harus aku ukir di dalam pikiranku)

Sabtu, 14 Juli 2012

i'm shining because of u, darling

Ketika kulirik sekilas masa lalu 
Memancar pendar lemah di sana 
Bahkan kadang meredup, semakin meredup, dan akhirnya padam 
Meski akhirnya kembali memancar, ia belumlah bersinar 

Hingga di perjalanan ini Ia mempertemukan kita, 
Memilinkan benang hidupku dengan benang hidupmu 
Menyatukan yang dua hingga saling menjaga 
Mempertemukan yang terpisah untuk akhirnya bersama 

Ia mempertemukanmu denganku 
Mempertemukanku denganmu 
Karena Ia, Sang Maha Tau, 
Mengetahui bahwa aku membutuhkanmu 
Mengetahui bahwa kau membutuhkanku 
Mengetahui bahwa kaulah yg tbaik untukku 
Mengetahui bahwa akulah yg tbaik untukmu 

Dan nyatalah saat kulihat masa ini 
Ketika kebersamaan kita mengikat hampir 5 tahun waktu kita bersama 

Kebersamaan itu menjelmakan banyak gumpalan rasa 
Menyemaikan banyak sekali cinta 
Membisikkan banyak gempita asa 

Ya, kebersamaan itu membuatku nyata 
Pendar yg dulu temaram kini tlah menemukan sumber cahayanya... 

I'm shining because of u, darling 

Windy untuk buana

ayah, bunda, tolong ajari anakmu rasa malu...


Baru kemarin saya pulang dari Cibodas, menemani suami tercinta dalam acara bimbel. subhanallah pemandangan di taman cibodas, salah satu karya Allah yang patut disyukuri dan tentu saja tidak boleh dilewatkan dengan sia-sia.
sungai yang mengalir jernih, gemericik air, suara burung-burung, pepohonan hijau nan mempesona...
subhanallah, indah..
ketika sedang asyik menikmati keindahan taman cibodas, saya melihat sebuah pemandangan yang membuat saya cukup mengelus dada.
seorang ibu sedang menyuruh anaknya buang air kecil di pinggir jalan...
oke, tidak usah dibayangkan anak perempuan atau laki-laki dan dengan posisi seperti apa...

sebagai orang tua, setidaknya manusia yang berpikiran cukup rasional, tentu hal ini menjadi sebuah pemandangan yang tidak mengasyikan, bukan begitu?

saya melihat hal ini dari beberapa sisi,

pertama dari sisi kebersihan..
duhai ibu yang cantik, bukankah ibu tahu, bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan? atau ingatkah kalimat ini: kebersihan sebagian dari iman.
sekarang, coba tolong jelaskan pada saya, secara logis, di mana letak kebersihan yang coba ibu ajarkan?
karena, bahkan, setelah buang air kecil, sang ibu tidak membersikan anaknya dengan air, melainkan hanya dengan selembar tisu. jadi jangan bayangkan sang ibu akan mengguyur air seni anaknya dan membuang kuman-kuman yang berada di dlamnya, karena bahkan untuk kebersihan organ genital anaknya saja ia tidak peduli.
dan apakah najis yang terkandung dari air seni itu bisa dijamin tidak menempel pada orang lain yang mungkin tidak tahu bahwa anak tersebut buang air kecil di situ. lalu kalau menempel pada orang lain, lalu orang itu sholat..

kedua dari sisi kesehatan...
bukankah sudah kita ketahui, bahwa air seni mengandung kotoran/zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh? dan tidak membersihkan organ genital ternyata bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran kemih.
lalu, membersihkannya hanya dengan tisu, apakah efektif? apakah yakin bahwa sisa air seni tidak menempel di organ genital anaknya?
bukan maksud saya untuk terlalu ekstrim, namun perhatikan ketika nanti ia mengalami gatal-gatal di area organ genitalnya, tanyakan pada dokter, apakah ada hubungannya dengan kurang bersihnya saat membilas setelah buang air.

ketiga dari sisi kesopanan...
dan ini yang saya ingin tekankan sekali.
dengan sedikit memakai sudut pandang agama saya, Islam.

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بِنْ عَمْرٍو الأَنْصَارِي الْبَدْرِي رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى، إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
[رواه البخاري ]

Terjemah hadits /     ترجمة الحديث :
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah :  Jika engkau tidak malu perbuatlah apa yang engkau suka
(Riwayat Bukhori)

saat itu saya melihat, sang ibu sedang tidak mengajarkan anaknya untuk bersikap atau memelihara rasa malu. mengapa?
membuka celananya di depan umum bahkan buang air kecil bukan di toilet, apakah itu menunjukkan rasa malu?
duhai ibu, anakmu sedang memperlihatkan auratnya.
cobalah untuk mengajarinya dengan sabar dan konsisten pentingnya menutup aurat.
maka jangan salahkan jika kelak ia tidak akan malu lagi mengenakan pakaian mini, atau mengumbar auratnya kepada lawan jenis, atau yang lebih ekstrim adalah berfoto tanpa busana.

no! saya bukan sedang terlalu berlebihan, ibu sayang.
saya hanya sedang mencoba mengajak anda kembali mengingat bahwa apa yang anda ajarkan, apa yang anda perlihatkan, apa yang anda suruh pada anak anda ketika kecil, merupakan bekal atau landasan ia berpikir dan bertindak di waktu dewasa.

dan manakala ia tidak diajarkan untuk bersikap malu dengan menjaga auratnya, maka jangan salahkan bahwa ia akan memberikan toleransi pada nafsunya untuk mengumbar aurat bukan pada tempatnya.

rasa malu dapat dibentuk, ibu dan ayah sayang. dengan menjaga rasa malu maka kita juga mengajarkan anak kita sikap 'iffah (menjaga diri dari perbuatan tercela).

dengan bekal malu yang cukup, ia akan senantiasa berpikir sebelum bertindak. dengan begitu, anak akan menjadi manusia bijak yang tidak hanya berorientasi pada sudut pandangnya saja, tapi juga melihat sudut pandang lain dan mempertimbangkan segala sesuatunya.

ah, ya, note kali ini terkesan menggurui ya? maafkan saya..
saya hanya menyampaikan kegundahan hati saya mengenai apa  yang saya lihat lusa kemarin. yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang biasa saja, namun ternyata tidak untuk saya.

mohon maaf lahir dan batin
semoga kita bisa terus saling mengingatkan dan memperbaiki diri.
nur az, jakarta, 15072012, 02:46



Senin, 27 Februari 2012

Tolong Logis Meskipun Hanya Sedikiiit Saja saat Berbicara dengan Anak

Bismillah...

Suatu hari, ketika saya pergi ke sebuah mall di bilangan Jakarta, saya melihat seorang ibu sedang berbicara dengan anaknya. Lebih tepatnya membujuk.
Rupanya sang anak tidak mau makan siang.
Berbagai cara dilakukan oleh sang ibu. Dari mulai membuat suara2 seperti kapal terbang agar anaknya mau membuka mulut dan memakan makanannya. Memberikan makanan yang disukai anaknya. Sampai akhirnya keluarlah kalimat: "kalau ga mau makan, mama tinggal di sini kamu! Mau?!"

Masyaallah... Yakin, bu?

Ada lagi, di sebuah kesempatan. Saat sedang mengantar Ernst imunisasi. Ada seorang ayah yang sedang mengawasi anak tertuanya (berumur sekitar 5-6 thn), sedangkan istrinya sedang menjaga anak keduanya di dalam ruang tunggu.
Saat itu sang anak pertama tidak mau berhenti bermain seluncuran/perosotan di playground rumah sakit. Sedangkan sang ayah sedang sibuk dengan i-pad-nya.
Mungkin maksud sang ayah, ia ingin agar anaknya berhenti bermain agar ia bisa lebih leluasa atau lebih tenang agar ia bisa lebih fokus dengan i-padnya.
Namun sang anak yang sedang asyik bermain tidak mau berhenti sesuai dengan perintah ayahnya.
Akhirnya ayahnya berkata, "ya udah, kalau kamu nggak mau berhenti bermain, nanti kamu ikut masuk sama ade, biar disuntik sama dokter!"

Ya ampun, yakin, Pak, dokter mau nyuntik anak bapak begitu saja. Tanpa alasan. Dan sedang tidak sakit? Hm...

Teringat akan dua buku dan juga sebuah pelatihan bagi orang tua dan guru, saya hanya cukup menggelengkan kepala mendengarnya.

Mengapa?

Karena menurut saya, kalimat2 bernada ancaman yang terlontar dari para orang tua itu bukanlah kalimat yang baik yang bisa diserap oleh anak. Dan yang lebih buruknya: kalimat mereka TIDAK LOGIS!

Mengapa kita harus logis dalam berbicara dengan anak, bahkan ketika kita kesal kepada mereka karena tidak menuruti perkataan kita?

Ada beberapa hal yang harus diketahui oleh kita sebagai orang tua.

1. Setiap anak adalah anak yang cerdas dan mudah mengingat namun sulit melupakan.
Lalu bagaimana lah jika saat kita berkata-kata tak logis ('mengancam' akan meninggalkan anak di suatu tempat, misalnya) lalu kita sebagai orang tua tidak membuktikannya karena hal itu tak logis, maka anak akan menganggap orang tuanya sebagai PEMBOHONG!
Coba saja, siapa yang tega meninggalkan anaknya di mall meskipun anaknya sangat bandel? (Kecuali orang tua yang berhati iblis)
Bayangkan, ketika anak diberitahu bahwa orang tuanya akan meninggalkannya di mall ketika tidak mau makan, lalu ternyata anaknya tetap tidak mau makan. Apa yang harus orang tua lakukan? Benar-benar meninggalkannya di mall, demi konsistensi kata2nya, agar tidak dibilang berbohong pada anak?
Kalimat itu justru akan menjadi simalakama bagi orang tua tersebut. Jika direalisasikan, maka dia akan kehilangan anaknya. Jika tidak direalisasikan, ia akan dianggap sebagai orang tua pembohong. Dan dampaknya akan merembet pada hal lain yaitu meremehkan kata2 orang tuanya. Biar saja saya tidak usah menuruti perkataan ibu, toh ibu tak akan merealisasikan 'ancamannya'.
Nah lho, kalau sudah begini, bagaimana?

2. Kata-kata orang tua, adalah sebuah prasasti bagi anak.
Yup, orang tua adalah dunianya anak-anak. Dari orang tua lah anak pertama kali belajar tentang semua hal, tentang lingkungannya, tentang dirinya.
Entah benar, entah bohong, anak akan percaya pada orang tuanya.
Lantas, bagaimana jika orang tua mengeluarkan kalimat2 tidak logis hanya karena tidak mau repot untuk berbicara panjang lebar agar anak percaya dan lebih cerdas? Dampaknya, anak akan menjadi manusia yang tumbuh dengan aturan2 yang tidak logis, mereka akan menjadi manusia yang hidup dan mengerjakan sesuatu bukan berdasarkan ilmu. Hal ini hanya karena kata-kata tidak logis yang sempat terlontar dari orang tuanya dan itu akan terekam seumur hidupnya (jika terus diulang-ulang).
Bunda, ayah, ingatan seorang anak akan suatu hal itu akan bertahan di alam bawah sadarnya sampai 5 tahun. Dan jika terus menerus diingatkan maka akan terus terekam di otaknya.
Ingin menghapusnya? Jangan pernah sedikitpun melakukan dan mengingatkan anak akan hal tersebut.


3. Tauladan yang baik bagi anak adalah orang tuanya.
Ya, karena anak adalah tipe pembelajar yang unggul, tipe peniru ulung, maka tanpa disadari semua tindakan dan perkataan orang tuanya akan ditiru oleh anak, meski tidak langsung.
Coba saja, jika orang tua selalu mengucapkan salam ketika hendak masuk rumah, anak akan otomatis menirunya.
Nah, bagaimana jika anak terbiasa dengan kalimat2 tidak logis dari orang tuanya? Jangan salahkan mereka jika kelak mereka akan melakukan hal-hal tidak baik akibat logikanya tak terasah dengan baik.


Nah, bukankah akan lebih indah jika kita sampaikan saja yang sebenarnya. Yang logis. Yang ilmiah. Sehingga anak jadi mengerti manfaat dari hal-hal yang dianjurkan oleh orang tuanya sekaligus menjadi sarana pembelajaran untuk mereka.
Contoh: ayo nak, makan dulu. Tahu tidak, kenapa kita perlu makan? Karena tubuh kita perlu nutrisi, perlu tenaga untuk menggerakan tangan, kaki, mata, mulut dan semua anggota tubuh kita. Lalu kalau tidak makan, maka tidak ada nutrisi yang masuk. Tubuh tidak punya tenaga. Nanti badan kita lama kelamaan bisa lemas, perut bisa sakit, bahkan bisa demam karena tubuh terus dipaksa bergerak, tapi tidak ada tenaga yang masuk untuk menggerakkannya.

Masih merasa repot? Tenang bunda, ayah, kita semua akan bisa melakukannya jika kita MAU.
Berikan yang terbaik untuk anak kita, dalam segala hal, meski itu hanya sebuah kalimat sederhana.

Yuk, kita terus belajar bersama.

Mohon maaf lahir dan batin.

-windy.buana-
Bermanfaat untuk sesama
280212, 12:00

Kamis, 27 Oktober 2011

Kisah Paku di Dinding

Ada seorang pemuda yang sangat pemarah. Dia tidak dapat menahan amarahnya walaupun hanya satu masalah kecil saja.

Pada suatu hari, ayahnya menghadiahkannya sekarung paku.

"Untuk apakah paku-paku ini ayah?" tanya pemuda tersebut.

"Setiap kali kamu marah, pakulah tembok batu di halaman rumah kita ini, untuk melepaskan kemarahan mu" jawab ayahnya.


Pada hari yang pertama saja, pemuda itu telah memaku sebanyak 37 batang paku pada tembok batu tersebut.

Selepas beberapa minggu, setelah dia dapat mengurangi kemarahannya, jumlah paku yang digunakan semakin berkurangan.

Dia merasa lebih mudah menahan kemarahannya daripada memukul paku menembusi tembok batu tersebut. Akhirnya tibalah pada suatu hari, dimana pemuda tersebut tidak marah, walau sekali pun.

Dia pun memberitahu ayahnya mengenai hal tersebut dengan gembira.

Ayahnya mengucapkan hamdallah dan menyuruh dia mencabut kembali paku itu satu persatu, pada setiap hari yang ia lalui tanpa kemarahan.



Hari berganti hari, dan akhirnya dia berhasil mencabut semua paku-paku tersebut. Pemuda tersebut lantas memberitahu hal itu kepada ayahnya dengan bangga.

Ayahnya lantas memimpin tangannya ke tembok tersebut dan berkata


"Kau telah melakukannya dengan baik, anakku, tetapi lihatlah bekas lubang-lubang di tembok batu tersebut, tembok itu tidak akan kelihatan sama lagi seperti sebelumnya. Bila kau menyatakan sesuatu atau melakukan sesuatu ketika marah, ianya akan meninggalkan kesan parut dan luka, sama seperti ini. Kau boleh menikam seseorang dengan pisau dan membunuhnya. Tetapi ingatlah, berapa kali pun kau memohon maaf dan menyesal atas perbuatanmu, namun lukanya masih tetap ada. Luka di hati lebih pedih dari luka fisik."


Sahabat adalah permata yang sulit dicari.

Mereka membuatmu tertawa dan memacumu ke arah kesuksesan.

Sahabat juga adalah seorang pendengar, berbagi suka dan duka dan senantiasa meluangkan hatinya kepada kita.


Allahu'alam..


Ditulis ulang berdasarkan sebuah kisah dari sebuah tulisan di sebuah grup FB, mohon maaf lupa alamat atau nama grup-nya

Selasa, 11 Oktober 2011

kualitas seorang anak tergantung dari orang tuanya (part 1, perjalanan panjang sebuah sel)

Bismillah…



Banyak yang mengatakan, manusia berasal dari diri yang 1. Ada yang menafsirkan yang 1 itu adalah Adam AS, namun ada pula yang mengatakan bahwa yang 1 itu adalah sel sperma+sel telur yang melebur pada tahap pembuahan. Namun apapun penafsiran orang, ada satu hal penting yang kadang atau bahkan tidak pernah masuk ke dalam pemikiran kita selama ini, perjalanan panjang sang sel sehingga terbentuk menjadi manusia dan hidup sampai akhir hayat.



Perjalanan itu berawal dari sesuatu yang dianggap sepele atau konvensional, pemilihan pasangan, terutama untuk wanita. Kualitas seorang anak akan ditentukan oleh kualitas sperma sang ayah. Kualitas sperma ayah tergantung dari kebiasaannya (makanan yg dimakan, minuman yg diminum, kebiasaan merokok atau tidak, kebiasaan minumminuman keras atau tidak). Jika si calon ayah memiliki kebiasaan yang baik, kualitas spermanya insyaallah akan terjamin, dan sebaliknya, jika si calon ayah memiliki kebiasaan yang buruk, maka dapat dipastikan kualitas spermanya seperti apa.



Setelah memilih pasangan dengan kualitas yang baik, yang berarti kita juga harus baik, yang mempengaruhi perjalanan selanjutnya sebuah sel sehingga bisa menjadi anak yang unggul adalah kombinasi gen ayah dan ibu.



Rumusnya:

++ bertemu ++ = anak canggih

++ bertemu -- = anak beberapa masalah

-- bertemu -- = anak banyak masalah

+- bertemu +- = anak standar



Maksudnya:

Jika gen paling bagus dari ayah bertemu dengan gen paling bagus dari ibu maka akan menghasilkan anak canggih (cerdas dan sedikit sekali masalah dlm hidupnya)
Jika gen paling bagus dari ayah/ibu bertemu dengan gen paling jelek dari ibu/ayah maka akan menghasilkan anak dengan beberapa masalah
Jika gen paling jelek dari ibu bertemu dengan gen paling jelek dari ayah maka akan menghasilkan anak dengan banyak sekali masalah dan tidak cerdas
Jika gen standar dari ibu bertemu dengan gen standar dari ayah maka akan menghasilkan anak standar, tdk banyak masalah, tapi juga tidak cerdas
Kombinasi gen ini adalah hak penuh milik Allah, Allah yang menentukan akan diberi gen yang apa dan apa. Kita sebagai calon ibu dan calon ayah hanya bisa berdoa, terutama (maaf) sebelum melakukan hubungan pasutri.



Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah status gizi. Setelah yakin sang ayah memiliki kebiasaan yang baik, masih tetap perlu dipertahankan kebiasaan itu sampai setelah menikah. 72 jam (3 hari) sebelum kehamilan, apa yang calon ayah makan, minum, dan kebiasaan lainnya akan menentukan kualitas spermanya. Jika ia banyak makan junk food, minum minuman ringan berpengawet, merokok maka kualitas spermanya tidak bagus, semua bahan2 pengawet dan racun lainnya akan terbawa ke dalam sperma dan akan terbawa kepada bakal anak nanti.



Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah perlakuan dan gizi sang ibu selama hamil. Pada saat wanita tahu bahwa ia hamil, maka tak ada waktu untuk manja! Selama 9 bulan itu adalah perjuangan total untuk menghasilkan anak unggulan yang memiliki sel otak cerdas dan kepribadian yang bagus. Pada hari ke-16 sel otak sudah mulai dibentuk. Dari bulan pertama sampai bulan keempat adalah pembentukan otak anak, masa-masa inilah yang menentukan berapa sel otak anak yang akan dibawa ketika ia dilahirkan. Dan ini adalah modal utama dar perkembangan otak anak selanjutnya.



Namun memang ada sebagian orang yang merasakan mual bahkan sampai muntah pada bulan2 ini. Dan memang di situlah letak perjuangan seorang ibu. Jika memang ia saying pada anaknya, mual dan muntah itu tidak akan ia hiraukan. Terus makan makanan yang bergizi, walaupun dikeluarkan lagi, kita tetap usahakan makan makanan yg bergizi jika mau memiliki anak yang unggul. Karena setiap apa yang ibu makan pada masa ini akan menentukan kecerdasan anak, akan menentukan kualitas setiap sel otak. Jika sang ibu hanya mau makan mangga muda, ya mungkin kualitas sel otaknya hanya setingkat mangga muda.



Dan usahakan selama hamil, sang ibu tetap aktif dalam berkegiatan. Karena dengan aktif bergerak, otak ibu akan tetap bekerja, dengan demikian sang anak akan cerdas.



Selama kehamilan, selain makan makanan bergizi dan tetap aktif, ibu juga harus berbicara, berpikir, dan berkelakuan yang postif. Karena pada saat dalam kandunganpun, otak janin sudah bisa merekam apa yang ia dengar dari luar (orang berbicara) dan apa yang ibu katakan. Jika ia terbiasa mendengar lantunan Al-Qur’an, hal itu akan masuk ke dalam memori otaknya, dan ketika dia di dunia mendengar lantunan yg sama, otaknya akan langsung merespon. Jadi kalau misalnya ia biasa mendengar ibunya mengaji, maka ketika dia belajar mengaji dia akan lebih cepat belajar dibandingkan anak2 lain yang dulu di dalam kandungan tidak dibiasakan mendengarkan ayat Al-Qur’an. Dan demikian jika ia terbiasa mendengar hal negatif, makan ia akan lebih cepat merespon kepada hal negatif dan mudah condong ke arah yang negatif.



Dan dalam waktu 9 bulan selama masa kehamilan, seorang orang tua yang baik seharusnya sudah membuat lesson plan untuk anaknya. Jadi ketika sang anak terlahir ke dunia, ia telah siap untuk belajar apa saja sesuai dengan lesson plan ayah dan bundanya.

Jadi memang jika ingin memiliki seorang anak yang unggul, terlebih dahulu jadilah pribadi yang unggul dan orang tua yang unggul, dengan demikian hal itu akan terbawa secara alami ke dalam proses kehidupan sang anak hingga ia dewasa dan menutup hidupnya.



Ini adalah sedikit ilmu yang hari ini (7 Maret 2011) saya dapat dari sebuah program pelatihan di Sekolah Al Falah Kelapa 2 Wetan. Sebenarnya masih sangat banyak ilmu yang didapat pada hari ini, seperti bagaimana memperlakukan anak sepanjang hidupnya sehingga ia siap untuk menjalani hidup, tentang 11 sistem tubuh manusia, dan beberapa pengetahuan lainnya.

Insyaallah, jika diberi rezeki sehat, panjang umur, dan waktu, akan saya coba uraikan apa yang telah didapat dalam pelatihan tersebut.



Mohon maaf jika banyak salah kata dan mungkin banyak yang tidak mengerti. Kritik dan saran bisa langsung diberikan…

Semoga share kali ini bermanfaat.

Maaf lahir batin…

Alhamdulillah…



silahkan bagi yang ingin meng-copy atau share, tapi mohon cantumkan sumbernya

http://windiningsih.multiply.com/journal/item/1/kualitas_seorang_anak_tergantung_dari_orang_tuanya_part_1_perjalanan_panjang_sebuah_sel

Senin, 25 Juli 2011

Jalan Terus (Sheila on 7)

Jalan Terus

Hidup memang tak semudah waktu kita muda dulu
Panas dingin tak bisa diterka
Strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam

Hidup memang tak seindah waktu kita muda dulu
Umur terindah pasti ‘kan berlalu
Strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam

Panas dingin tak bisa diterka

Tapi apapun yang terjadi
Akanku jalani
Akanku hadapi
Dengan segenap hati

Walau kuterluka
Memang kuterluka
Tak pernah kulari dari semua ini

Belum waktunya kita berhenti
Jangan cepat puas kawan

Bekerja dan terus bekerja
Hingga saat kita tak berguna lagi

(Sheila on 7, Jalan Terus)



Menukil cuplikan lagu Sheila on 7, Jalan Terus…

Hidup memang tak semudah waktu kita muda dulu
 Panas dingin tak bisa diterka
 Strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam…”

ternyata ada benarnya, bahkan untuk saat ini aku merasa bahwa lirik lagu tersebut sungguh tepat. Yup… masa muda memang indah. Dengan segala dinamikanya, keunikannya, semangat yang tak kenal lelah, emosi yang membara, jiwa bebas yang terus  mencari kejayaan, kesenangan yang meledak-ledak, gejolak rasa yang tak tertahankan saat mengukir mimpi dan angan, nafas tersengal karena letupan kreatifitas tanpa batas, senang tak terbayang meski lelah berkeringat, dan banyak penggambaran warna-warni masa muda lainnya. Tapi hidup terus berjalan, bukan hanya di tempat dan bukan sekadar santai, ia berlari, berpacu dengan waktu tepatnya, dan euphoria masa muda tak dapat selalu direguk manisnya. Semua ada masanya, Bung! Semua ada waktu dan tempatnya. Siapa lakonnya, scène yang mana, apa perannya, semua sudah terbagi jelas di dalam scenario besar kehidupan. Dan Sang Produser Mahaagung terus mengarahkan kita untuk berperan sebaik-baiknya. Percayalah…
           
“Semakin tua, manusia akan semakin sibuk.” Begitulah sepenggal kalimat yang pernah terlontar dari bibir manis MRku tersayang. Ya, semakin tua manusia maka semakin banyak amanah yang akan diterimanya. Namun jangan pernah berpikir bahwa Allah semena-mena member amanah-amanah itu pada kita. Jangan pernah! Ingat, jangan pernah! Ingatkah kita masa-masa di TK dulu? Saat belajar huruf untuk pertama kalinya, saat belajar angka untuk pertama kalinya, saat belajar membaca untuk pertama kalinya, saat belajar berhitung untuk pertama kalinya,tanpa kita sadari saat itulah kita mulai membangun sebuah pondasi hidup kita. Yakinlah sobat, saat kita kecil, saat kita bahkan belum terpikir apapun kecuali makan, minum, bobo, buang air, saat itulah kita sudah diajarkan untuk menjadi seorang arsitek kehidupan, setidaknya bagi hidup kita sendiri.

Lalu mengapa kita mesti mengeluhkan semua amanah yang ada sekarang? Kenapa tak dihadapi dan diselesaikan saja? Memangnya mau jika terus menerus diberi amanah mudah yang seharusnya diberikan kepada adik-adik kita di TK dan SD? Apakah tidak iri melihat orang lain yang dengan gigihnya menyelesaikan semua amanah yang tengah diembannya—menyelesaikan bangunan rumah kehidupan. Sedangkan kita, jangankan selesai sampai memasang genting dan mengecat temboknya, pondasi saja mungkin belum mampu diselesaikan bahkan cor-annya pun belum kering dan mantap karena kita hanya terus menerus mengganti-ganti batu dan semen serta pasirnya.

Hei… hidup terus berjalan, waktu tak mungkin menunggu kita, berhenti, apalagi diputar ulang. Memangnya film Doraemon? Ayo dong, bangun, ini kehidupan nyata di mana kita berperan sebagai seorang manusia yang dengan kesempurnaannya yang terbatas berjibaku dalam hidupnya. Seorang petarung sejati, itulah hakikat seorang manusia. Kokoh dan bijak karena kita terbuat dari tanah, bukan seberkas cahaya yang statis, atau api yang menyala-nyala angkuh. Dengan segala keterbatasan kita, Allah ingin memberikan berbagai kelebihan.

Amanah memang semakin banyak dan tingkat kesulitannya semakin tinggi. Memangnya kita mau kalah dari games di playstation? Games di PS aja ada hierarki kesulitannya. Memangnya otak kita berkapasitas setara dengan sistem DOS di computer yang sudah bapuk? Otak kita adalah computer tercanggih se jagad raya, dari tahun ke tahun. Tidak sehebat centrino duo memang karena lebih hebat dari itu. dan untuk mengupgradenya pun tak harus dibongkar pasang. Sungguh teknologi paling canggih dan mutakhir selama berabad-abad. Ingin disia-siakan?

Lalu apakah masih ciut dengan segala amanah itu? hei… ke mana keberanianmu? “Hai masalah, aku punya Allah yang jauh lebih besar darimu!” coba katakan itu pada masalah-masalahmu saat kau menjalankan amanah-amanahmu. Duhai makhluk yang paling berbahagia, lihat sisi lain dari sisi yang kau anggap paling menyebalkan, ada keindahan di sana.

Hidup memang tak seindah waktu kita muda dulu
  Umur terindah pasti ‘kan berlalu
  Strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam

Yap, keindahan masa muda memang akan (atau sudah) berlalu, tapi ada gantinya, keindahan di masa dewasa/tua. Umur terindah pasti akan berlalu, tapi umur itu akan tergantikan dengan keindahan umur selanjutnya. Keindahan menjadi MABA akan tergantikan dengan keindahan menjadi pengurus organisasi. Keindahan menjadi pengurus organisasi akan tergantikan dengan keindahan menjadi wisudawan. Keindahan menjadi wisudawan akan tergantikan dengan keindahan menjadi seorang dewasa dalam masyarakat sesungguhnya dan dengan keluarga barunya. Keindahan itu pula akan tergantikan dengan indahnya bertemu dengan Rabb kita kelak pada waktunya. Yakinlah segala kenangan indah itu, masa-masa indah itu tak akan hilang, ia tak mungkin terganti dengan cara apapun, ia hanya berpindah situasi. Ia akan terus abadi di dalam hati.

Belum waktunya kita berhenti
  Jangan cepat puas kawan

  Bekerja dan terus bekerja
  Hingga saat kita tak berguna lagi

Ya, jangan cepat puas hanya karena lompatan kita berhasil mendarat di jalan yang mulus karena masih banyak pijakan lain yang belum kita lalui. Terus saja menjalankan amanah, gapai manah-amanah itu, jangan cuma puas dengan sebuah amanah, usahakan agar kita dipercaya memegang manah itu, bukan sebaliknya! Berbahagialah sebagai seseorang yang dipercaya untuk memegang amanah, bukan berbahagia karena bebas tanpa amanah (alangkah malangnya!). kita harus terus berkarya, menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kita sendiri dan orang lain, sampai saat kita tak berguna lagi, ya, saat itu adalah saat raga melepas nyawa.

10-11jan09
22.30-00.00

Rabu, 20 Juli 2011

hi mommy....! (versi google translate)

Halo mama, aku bayimu. Kamu belum tau aku, karena umurku masih beberapa minggu. Kamu akan segera mengetahui aku tidak lama lagi, aku berjanji. Biarkan aku memberitahumu beberapa hal tentang diriku. Namaku Maria, dan aku memiliki mata dan rambut hitam yang indah. Yah, mungkin saat ini aku belum memilikinya, tapi aku akan memilikinya ketika aku lahir. Aku akan menjadi anakmu satu-satunya, dan kau memanggilku “the one and only”. Aku akan tumbuh tanpa banyak waktu dengan papa, tapi kita akan memiliki satu sama lain. Kita akan saling membantu dan menyayangi. Ketika besar nanti, aku ingin menjadi seorang dokter.

Kau menyadari kehadiranku hari ini mama, kau begitu bahagia dan tidak dapat menunggu untuk memberitakan kabar ini pada semua orang. Yang dapat kau lakukan sepanjang hari adalah tersenyum, dan hidup terasa begitu sempurna. Kau memiliki senyum yang indah, mama. Senyummu adalah wajah pertama yang akan aku lihat dalam hidupku, dan akan menjadi hal yang paling indah yang pernah aku lihat dalam hidupku . Aku sudah tau itu.

Hari ini adalah hari saat kau memberitahu papa. Kau begitu bersemangat untuk memberitahu papa tentang aku. Tapi papa tidak senang, mama. Papa sepertinya marah. Aku tidak yakin kau menyadarinya, tapi papa marah. Papa mulai berbicara tentang sesuatu mengenai uang, tagihan dan hal lain yang belum bisa aku pahami. Kemudian papa melakukan hal yang menakutkan, mama. Papa memukulmu. Aku dapat merasakan bahwa kau terjatuh, dan tanganmu berusaha melindungiku. Aku baik-baik saja, tapi aku sangat sedih. Lantas kau menangis, mama. Itu adalah suara yang tidak aku suka. Suara itu membuatku tidak merasa nyaman. Hal itu membuatku ikut menangis. Setelah itu, papa meminta maaf dan memelukmu kembali. Kau memaafkannya, mama, tapi aku tidak yakin dapat melakukannya. Itu tidak benar. Kau bilang papa mencintaimu, namun mengapa dia menyakitimu? Aku tidak suka itu, mama.

Akhirnya, kau dapat melihatku! Perutmu sedikit membesar, dan kau begitu bangga. Kau pergi dengan mamamu untuk membeli baju baru, dan kau amat sangat bahagia. Kau juga bernyanyi untukku. Kau memiliki suara yang paling indah di dunia. Saat kau menyanyi adalah saat paling membahagiakan untukku. Dan kau berbicara padaku, akupun merasa aman. Sangat aman. Kau hanya perlu menunggu, mama. Ketika aku lahir, aku akan menjadi sempurna hanya untukmu. Aku akan membuatmu bangga, dan akan menyayangimu dengan segenap hatiku.

Sekarang, aku dapat menggerakkan tangan dan kakiku, mama. Aku melakukannya karena kau meletakkan tanganmu ke perut untuk merasakan aku, dan aku tertawa, kau juga tertawa. Aku menyayangimu,mama.

Papa datang mengunjungimu hari ini, mama. Aku sangat takut. Dia berlagak konyol dan berkata melantur. Papa bilang bahwa dia tidak menginginkanmu. Aku tidak tau kenapa, namun itu yang dikatakan papa. Kemudian dia memukulmu lagi, aku sangat marah. Ketika aku besar, aku berjanji tidak akan membiarkanmu terluka! Aku berjanji untuk melindungimu. Papa jahat. Aku tidak peduli bahwa kau berpikir kalau dia adalah orang yang baik, menurutku dia jahat. Dia memukulmu, dan dia bilang, dia tidak menginginkan kita. Dia tidak suka aku. Mengapa dia tidak suka aku, mama?

Kau tidak berbicara denganku malam ini, mama. Apakah semuanya baik-baik saja?

Sudah tiga hari sejak kau bertemu papa. Kau belum berbicara denganku atau menyentuhku atau melakukan apapun setelah kejadian itu. Kau masih menyayangiku kan ma? Aku masih menyayangimu. Aku rasa kau sangat sedih. Satu-satunya waktu dimana aku merasakanmu adalah ketika kau tidur. Kau emmelukku dengan tanganmu, dan aku merasa aman dan hangat. Tapi mengapa kau tidak melakukannya lagi ketika terbangun dari tidur?

Aku berumur 21 minggu hari ini, mama. Tidakkah kau bangga padaku? Kita akan pergi ke suatu tempat hari ini, dan tempat ini adalah tempat yang baru, aku sangat bersemangat. Tempat ini seperti rumah sakit. Aku ingin menjadi dokter ketika aku besar nanti, mama. Aku harap kau bersemangat seperti hanya aku, aku tak dapat menunggu lagi.

Mama, aku merasa takut. Jantungmu masih berdetak, tapi aku tidak tau apa yang kau pikirkan. Dokter berbicara padamu. Aku merasa bahwa sesuatu akan segera terjadi. Aku amat sangat takut, mama. Tolong berkatalah padaku bahwa kau menyayangiku. Lalu aku akan merasa aman lagi. Aku menyayangimu!

Mama, apa yang kau lakukan padaku? Itu sakit! Tolong hentikan mereka, mama! rasanya tidak enak! Mama, tolong… tolong aku, suruh mereka berhenti!

Jangan khawatir mama, aku aman. Aku di surge bersama para malaikat sekarang. Mereka memberitahuku apa yang kau lakukan, dan mereka bilang itu adalah ABORSI.

Kenapa mama? kenapa kau melakukan itu? Tidakkah kau menyayangiku lagi? Kenapa kau melenyapkanku? Aku meminta maaf dengan sangat jika aku melakukan kesalahan, mama. Aku menyayangimu! Aku menyayangimu dengan segenap hatiku. Mengapa kau tidak menyayangiku? Aku ingin hidup, mama! Tolong! Sangat menyakitkan ketika mengetahui bahwa kau tidak peduli denganku, dan tidak berbicara denganku. Tidakkah aku cukup menyayangimu? Tolong katakana kau akan tetap menjagaku, mama. Aku ingin hidup dan tersenyum, dan melihat awan dan melihat wajahmu, serta tumbuh menjadi dokter. Aku tidak ingin berada disini, aku ingin kau menyayangiku lagi! Aku minta maaf kalau aku melakukan kesalahan, Aku sayang mama.

Aku sayang mama.

Setiap aborsi adalah….
Satu jantung yang berhenti berdetak..
Dua mata yang tidak akan pernah melihat..
Dua tangan yang tidak akan pernah menyentuh..
Dua kaki yang tidak akan pernah berlari..
Satu mulut yang tidak akan pernah berbicara..