Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juni 2014

susu formula dan sel otak anak?

Susu ibu hamil dan susu formula anak2 banyak sekali mengatakan semakin banyak sel otak, semakin baik dan cerdas anak2...

No no no...

Sel otak yang banyak saja tidak cukup jika tidak dibarengi:
KESABARAN dalam MENDIDIK!!!

Karena sel2 otak itu ga akan bekerja baik tanpa adanya sambungan antar sel.

Sambungan2 antar sel itulah yang menyebabkan anak bisa berpikir runut, sebab akibat, logis, bisa mengambil hikmah antara peristiwa satu dengan peristiwa lainnya, dan mengerti apa yg dia lihat dan dengar.

Membuat sambungan antar sel adalah dengan mendidiknya, memberikan informasi yang baik, dan kontinyu...
Semakin sering dilakukan, semakin baik dan banyak sambungan antar selnya...

Sampai situ saja?
Oh, tentu tidak...

Dalam proses perjalanannya (proses pendidikan tersebut),
Orang tua juga harus sabar.
Bukan hanya sabar dalam mendidik suatu hal secara kontinyu dan sedikit demi sedikit, namun juga sabar jika sang anak melakukan banyak kesalahan...

Tidak memarahi, membentak, menghentak, bahkan sampai memukulnya...
Karena apa? Dengan memarahi, membentak, menghentak, bahkan memukul, maka sambungan2 sel otak yang telah susah payah dibuat akan berguguran...

Jika masih dengan 'senang hati' memarahi, membentak, menghentak, bahkan memukul, selamat... Anda telah mematikan banyak potensi anak anda...

#catatanparenting
#untukrenungan

Minggu, 02 Maret 2014

ke Dokter Kulit yang Berujung ke Psikiater, oh no... #CatatanKehamilan #YangMenakjubkan bag. 2

menyambung tulisan sebelumnya...
bisa dilihat di sini bagian 1

akhirnya saya memutuskan untuk ke dokter dewi inong.
saya googling di mana beliau praktek. dan dengan semangat membara, saya menelpon rumah sakit permata tempat beliau praktek untuk membuat appointment.
ternyata daftarnya harus di hari H, dari jam 5 subuh pemirsah...
saya teleponin rumah sakitnya, tapi ga diangkat2.. dari sebelum adzan subuh sampe jam 7 pagi!
ternyata nomor telepon yang saya pencet sejak jam 5 sampai jam 7 pagi itu sekarang sudah bukan nomor utama, jadi wajar kalau ga ada yang mengangkat.

tak pantang menyerah, modal nekad, saya ke rs permata untuk konsul dengan dokter inong.
akhirnya saya dapat nomor 3, tapi posisi waiting list, yang mana posisi itu akan dipanggil nanti..... setelah semua pasien yang sudah appointment dan dijadwalkan bertemu sebelumnya sudah dilayani. gosipnya, pasien waiting list tuh bisa sampai jam 10 malam baru dipanggil.

hati saya mencelos begitu mendengar katanya sebagai waiting list, kita akan menunggu sangat lama.
tapi berbekal keyakinan, saya pantang menyerah.
saya datang jam 8 pagi, dan jam 11 lewat sedikit, saya dipanggil ke ruang dokter.. alhamdulillah.. alhamdulillah...

begitu masuk, dokter inong menyapa ramah.
beliau melihat keadaan tangan saya dengan seksama. memang agak cepat2 karena pasien yang menunggu sangat banyak. tapi meski terlihat tergesa dalam menangani pasiennya, beliau tetap interaktif.
apa yang saya tanya dijawab semua oleh dokter inong.
berdasarkan analisa dokter inong, ternyata saya mengidap dermatitis atau yang orang kenal dengan sebutan eksim. ingat, bukan es krim :D
kata beliau eksim ini ga akan sembuh total. maksudnya sewaktu-waktu akan kembali muncul. dan biasanya muncul karena tingkat stress yang tinggi.
dokter berpendapat begitu karena melihat saya yang baru saja melahirkan (ga baru ding, udah hampir 3 bulan). dokter berpikir saya kena sindrom baby blues.
akhirnya dokter merujuk saya ke seorang psikiater.
tujuannya untuk membantu saya menyingkirkan apa yang saya pikirkan agar masalah itu selesai dan kulit saya bisa sembuh seperti sedia kala.

ya ampun, seumur hidup ga pernah tuh yang namanya ke psikiater, eh sekarang disuruh ke sana...
nanti di bagian selanjutnya saya ceritain, saya ngapain aja sewaktu sowan ke psikiater ya...

balik ke masalah kulit saya tadi. dokter inong bilang salah satu yang menyebabkan eksim adalah faktor pikiran. banyak pikiran akan menyebabkan eksim ini muncul, dan saya ditengarai sedang banyak pikiran sehingga si eksim muncul.

setelah saya ingat2, memang gatalnya muncul ketika saya sedang banyak pikiran.
pertama kali muncul adalah ketika kehamilan di trimester 1. saat itu memang sedang ada masalah keluarga.
lalu muncul lagi di trimester 2 menjelang 3, saat itu saya tidak memiliki asisten di rumah.
dan sekarang muncul lagi ketika saya kembali tidak memiliki asisten di rumah.

saya awalnya ga percaya, masa sih ada penyakit kulit yang timbul karena stress atau ada yang sangat dipikirkan?
lalu dokter mengatakan itu adalah kerja sistem tubuh saya.
ketika banyak pikiran, ditambah hormon kehamilan dan pasca melahirkan yang naik turun drastis, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk bertahan. untuk mengeluarkan hal-hal yang tidak baik itu maka tubuh saya mengalami gatal2 tersebut. ini link tentang penyebab eksim-->sebab eksim dan sebab eksim lagi
oia, eksim tidak menular, karena ini murni faktor dari dalam (hormon).

saya hanya bisa iya iya saja.. lha saya nggak memiliki latar belakang kedokteran je.. heheheh
dan akhirnya pendapat dokter inong dibenarkan oleh teman saya yang juga dokter, dan mengalami hal yang sama yang saya alami.
kata teman saya, dia pertama kali kena dermatitis sewaktu skripsi. itu masa yang paling berat dan bikin dia stress. lalu keluar gatal2 itu. dan katanya memang ga akan sembuh total. kalau banyak pikiran akan timbul lagi...

oh, oke.. berarti saat ini saya memiliki teman baru..
welcome my new friend dermatitis...
i hope we can't be a best friend.. heheheheh

yang mau baca2 tentang dermatitis, silakan mengunjungi link ini...eksim

kapan2 kita sambung hasil investigasi dengan psikiater yang aduhai.. huhuhu




ke Dokter Kulit yang Berujung ke Psikiater, oh no... #CatatanKehamilan #YangMenakjubkan bag. 1

sudah sejak hamil Oz (my third boy), saya mengalami gatal2 gak jelas di beberapa bagian tubuh (telapak tangan kanan, lutut, betis, dan beberapa bagian lain yang saya tidak ingat).
saya mengeluhkannya pada suami, dan suami saya hanya bilang, "ya udah, ga papa, nanti juga hilang sendiri."
oh, suamiku, betapa optimisnya dirimu.. jadi makin cinta XD

tapi akhirnya ketika kontrol ke spog, saya nekad aja nanya. saya kasih tau kalau ada beberapa bagian di badan saya yang muncul gatal2. memang ga besar, tapi lumayan mengganggu.
dan kata dokternya, "oh, nanti juga hilang sendiri kok, bu. banyak pasien saya yang mengalami gatal-gatal atau alergi pada saat kehamilannya, tapi begitu anaknya lahir semuanya kembali normal."
oke, sama seperti apa yang suami saya katakan, kedua manusia ini sangat optimis dan husnudzon pad aAllah..
terimakasih Allah, Engkau telah memberikan orang2 optimis di sekitar saya.. hehehehe

oke, gatal2 di beberapa bagian lain sudah hilang, begitu juga dengan yang di telapak tangan kanan.
tapi selang beberpa bulan kemudian (masih dalam masa kehamilan), gatal itu muncul lagi. tapi kali ini hanya di telapak tangan kanan.
apa yang terjadi?
apakah ini karena serangan negara api? aih...

berbekal dari optimisme spog kmarin, akhirnya saya biarkan saja si gatal. saya tetap beraktifitas seperti biasanya.
eh, luar biasa ding, karena saat itu saya memang sedang tidak ada asisten. jadilah semua kerjaan rumah saya babat sendiri sambil kadang menangis bombay karena perut yang kram terlalu sering.
lalu sedikit demi sedikit keadaan tangan yang gatal itu semakin parah.
oh, tidaaaakkkk!!!
yang tadinya hanya bruntusan kecil2 dan hanya di bagian jari manis di tangan kanan, sekarang mulai menyebar ke bagian samping jari tengah..
gatalnya semakin dahsyat, dan sekarang ditambah lagi kering. dan kulit yang kering karena gatal itu jadi luka karena saya menggunakan tangan saya untuk semua aktifitas yang saya lakukan.

akhirnya karena khawatir kena kuman, setelah saya kasih antiseptic, luka di tangan itu saya tutup dengan hansaplast (ini merk apa bukan ya?). harapan saya nggak muluk2, yang penting saya bisa keliling dunia dan luka saya sembuh (hubungannya apa??? huhuhuuhu).

alhamdulillah, berkat kegigihan saya dan juga makan bergizi dan imunisasi (sambil nyanyi aku anak sehat), luka saya berangsur-angsur membaik.
alhamdulillah. sekarang luka sudah menutup, tapi kulit tangan saya seperti kulit tangan nenek2 yang sudah keriput, kisut. tapi hanya di bagian bekas luka tadi.
oke, itu ga jadi masalah, karena saya pikir itu adalah masa recovery.

masalah luka akhirnya terabaikan dikarenakan begitu hecticnya saya mempersiapkan kelahiran anak ketiga saya.
bukan, bukan hectic milih barang, belanja ini itu.. tapi lebih kepada persiapan kedua kakak-kakaknya.
yup, mempersiapkan kedua kakaknya justru jadi hal yang lebih saya fokuskan ketimbang mempersiapkan kelahiran anak ketiga ini. oke, ini akan dibahas lain kali ya, stay tune.
sampai akhirnya melahirkan anak ketiga, si luka itu ga muncul lagi.
tapi ketika usia baby menjelang sebulan, asisten saya (yang baru kerja 3 bulan), minta resign. alasannya anaknya sakit2an.
oke, baiklah, saya sebagai seorang ibu yang baik dan benar seperti EYD, saya mah iya aja.
dan resmilah saya tidak memiliki asisten lagi.

lalu masalah kulit itu datang kembali..
dia benar2 seperti sebuah lagu, "kau datang dan pergi sesuka hatimu... oh, kejamnya dikau, kejamnya dikau padaku..."
iya, akhirnya si gatal2 datang kembali.
tahapannya adalah bruntusan kecil2 dan kayak ada airnya, lalu gatal banget, semakin digaruk semakin gatal, dan akhirnya melebar, lalu berujung pada luka2...

saya coba diamkan selama hampir satu bulan. harapan saya semoga luka itu membaik.
tapi takdir berkata lain. luka itu tak kunjung sembuh... aih.
akhirnya dengan kegalauan super, saya pergi ke dokter spesialis kulit di rumah sakit islam swasta di daerah pondok gede.

di sini saya kecewaaa berat sama dokternya. begitu saya masuk ruangan, dokter itu nanya ada masalah apa.
langsung aja saya kasih liat tangan kanan saya.
dia langsung mundurin kepalanya, trus ga pake diliat, diraba, dan diterawang, langsung menyimpulkan kalau itu karena jamur...
hm.. oke, baiklah.. saya kira dokter ini sudah sangat ahli dalam hal perjamuran, karena tanpa perlu memeriksa keadaan tangan saya lebih lanjut (ya tadinya saya ngarep banget si dokter akan melihat tangan saya dengan teleskop, lalu dirontgen, lalu diCT Scan, eh nggak ding, ga segitunya juga..heheheh) dokter sudah langsung dapat chemistry dengan si jamur.
terus dengan penuh keyakinan dokternya ngeresepin ini itu. sambil bilang, "nanti kalau tangannya basah, dilap ya. jangan kena sabun apapun. nanti saya resepin bedak untuk ditaburin kalau tangannya basah. oke ada masalah lain?"
saya udah ilfil trus bilang, "nggak dok."
trus dokternya ngomong lagi, "oke, dua minggu lagi datang ke sini lagi ya."
huhuhuu...

setelah dua minggu ternyata bener2 ga membaik, tapi jadi makin parah. sudah nyaris membaik, tapi malah bukannya clear, eh tambah parah dari sebelumnya.. semakin melebar ke mana2 gatal dan lukanya.
akhirnya googling sana sini dan tersebutlah dokter Dewi Inong yang katanya ciamik untuk urusan perkulitan.

(bersambung ke jilid dua.. hehehehe)

ini link jilid duanya: jilid 2

dokter Dewi Inong

Selasa, 11 Oktober 2011

kualitas seorang anak tergantung dari orang tuanya (part 1, perjalanan panjang sebuah sel)

Bismillah…



Banyak yang mengatakan, manusia berasal dari diri yang 1. Ada yang menafsirkan yang 1 itu adalah Adam AS, namun ada pula yang mengatakan bahwa yang 1 itu adalah sel sperma+sel telur yang melebur pada tahap pembuahan. Namun apapun penafsiran orang, ada satu hal penting yang kadang atau bahkan tidak pernah masuk ke dalam pemikiran kita selama ini, perjalanan panjang sang sel sehingga terbentuk menjadi manusia dan hidup sampai akhir hayat.



Perjalanan itu berawal dari sesuatu yang dianggap sepele atau konvensional, pemilihan pasangan, terutama untuk wanita. Kualitas seorang anak akan ditentukan oleh kualitas sperma sang ayah. Kualitas sperma ayah tergantung dari kebiasaannya (makanan yg dimakan, minuman yg diminum, kebiasaan merokok atau tidak, kebiasaan minumminuman keras atau tidak). Jika si calon ayah memiliki kebiasaan yang baik, kualitas spermanya insyaallah akan terjamin, dan sebaliknya, jika si calon ayah memiliki kebiasaan yang buruk, maka dapat dipastikan kualitas spermanya seperti apa.



Setelah memilih pasangan dengan kualitas yang baik, yang berarti kita juga harus baik, yang mempengaruhi perjalanan selanjutnya sebuah sel sehingga bisa menjadi anak yang unggul adalah kombinasi gen ayah dan ibu.



Rumusnya:

++ bertemu ++ = anak canggih

++ bertemu -- = anak beberapa masalah

-- bertemu -- = anak banyak masalah

+- bertemu +- = anak standar



Maksudnya:

Jika gen paling bagus dari ayah bertemu dengan gen paling bagus dari ibu maka akan menghasilkan anak canggih (cerdas dan sedikit sekali masalah dlm hidupnya)
Jika gen paling bagus dari ayah/ibu bertemu dengan gen paling jelek dari ibu/ayah maka akan menghasilkan anak dengan beberapa masalah
Jika gen paling jelek dari ibu bertemu dengan gen paling jelek dari ayah maka akan menghasilkan anak dengan banyak sekali masalah dan tidak cerdas
Jika gen standar dari ibu bertemu dengan gen standar dari ayah maka akan menghasilkan anak standar, tdk banyak masalah, tapi juga tidak cerdas
Kombinasi gen ini adalah hak penuh milik Allah, Allah yang menentukan akan diberi gen yang apa dan apa. Kita sebagai calon ibu dan calon ayah hanya bisa berdoa, terutama (maaf) sebelum melakukan hubungan pasutri.



Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah status gizi. Setelah yakin sang ayah memiliki kebiasaan yang baik, masih tetap perlu dipertahankan kebiasaan itu sampai setelah menikah. 72 jam (3 hari) sebelum kehamilan, apa yang calon ayah makan, minum, dan kebiasaan lainnya akan menentukan kualitas spermanya. Jika ia banyak makan junk food, minum minuman ringan berpengawet, merokok maka kualitas spermanya tidak bagus, semua bahan2 pengawet dan racun lainnya akan terbawa ke dalam sperma dan akan terbawa kepada bakal anak nanti.



Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah perlakuan dan gizi sang ibu selama hamil. Pada saat wanita tahu bahwa ia hamil, maka tak ada waktu untuk manja! Selama 9 bulan itu adalah perjuangan total untuk menghasilkan anak unggulan yang memiliki sel otak cerdas dan kepribadian yang bagus. Pada hari ke-16 sel otak sudah mulai dibentuk. Dari bulan pertama sampai bulan keempat adalah pembentukan otak anak, masa-masa inilah yang menentukan berapa sel otak anak yang akan dibawa ketika ia dilahirkan. Dan ini adalah modal utama dar perkembangan otak anak selanjutnya.



Namun memang ada sebagian orang yang merasakan mual bahkan sampai muntah pada bulan2 ini. Dan memang di situlah letak perjuangan seorang ibu. Jika memang ia saying pada anaknya, mual dan muntah itu tidak akan ia hiraukan. Terus makan makanan yang bergizi, walaupun dikeluarkan lagi, kita tetap usahakan makan makanan yg bergizi jika mau memiliki anak yang unggul. Karena setiap apa yang ibu makan pada masa ini akan menentukan kecerdasan anak, akan menentukan kualitas setiap sel otak. Jika sang ibu hanya mau makan mangga muda, ya mungkin kualitas sel otaknya hanya setingkat mangga muda.



Dan usahakan selama hamil, sang ibu tetap aktif dalam berkegiatan. Karena dengan aktif bergerak, otak ibu akan tetap bekerja, dengan demikian sang anak akan cerdas.



Selama kehamilan, selain makan makanan bergizi dan tetap aktif, ibu juga harus berbicara, berpikir, dan berkelakuan yang postif. Karena pada saat dalam kandunganpun, otak janin sudah bisa merekam apa yang ia dengar dari luar (orang berbicara) dan apa yang ibu katakan. Jika ia terbiasa mendengar lantunan Al-Qur’an, hal itu akan masuk ke dalam memori otaknya, dan ketika dia di dunia mendengar lantunan yg sama, otaknya akan langsung merespon. Jadi kalau misalnya ia biasa mendengar ibunya mengaji, maka ketika dia belajar mengaji dia akan lebih cepat belajar dibandingkan anak2 lain yang dulu di dalam kandungan tidak dibiasakan mendengarkan ayat Al-Qur’an. Dan demikian jika ia terbiasa mendengar hal negatif, makan ia akan lebih cepat merespon kepada hal negatif dan mudah condong ke arah yang negatif.



Dan dalam waktu 9 bulan selama masa kehamilan, seorang orang tua yang baik seharusnya sudah membuat lesson plan untuk anaknya. Jadi ketika sang anak terlahir ke dunia, ia telah siap untuk belajar apa saja sesuai dengan lesson plan ayah dan bundanya.

Jadi memang jika ingin memiliki seorang anak yang unggul, terlebih dahulu jadilah pribadi yang unggul dan orang tua yang unggul, dengan demikian hal itu akan terbawa secara alami ke dalam proses kehidupan sang anak hingga ia dewasa dan menutup hidupnya.



Ini adalah sedikit ilmu yang hari ini (7 Maret 2011) saya dapat dari sebuah program pelatihan di Sekolah Al Falah Kelapa 2 Wetan. Sebenarnya masih sangat banyak ilmu yang didapat pada hari ini, seperti bagaimana memperlakukan anak sepanjang hidupnya sehingga ia siap untuk menjalani hidup, tentang 11 sistem tubuh manusia, dan beberapa pengetahuan lainnya.

Insyaallah, jika diberi rezeki sehat, panjang umur, dan waktu, akan saya coba uraikan apa yang telah didapat dalam pelatihan tersebut.



Mohon maaf jika banyak salah kata dan mungkin banyak yang tidak mengerti. Kritik dan saran bisa langsung diberikan…

Semoga share kali ini bermanfaat.

Maaf lahir batin…

Alhamdulillah…



silahkan bagi yang ingin meng-copy atau share, tapi mohon cantumkan sumbernya

http://windiningsih.multiply.com/journal/item/1/kualitas_seorang_anak_tergantung_dari_orang_tuanya_part_1_perjalanan_panjang_sebuah_sel