Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Agustus 2017

Sekolah AL Falah DAHULU

ini adalah pengalaman saat anak saya bersekolah di al falah dulu.
sejujurnya saya hapus postingan yang lama karena saya khawatir ada ketidaksesuaian antara tulisan saya yang berdasarkan pengalaman dahulu dengan al falah yang ada sekarang, maka saya hapus postingan tersebut. tapi berhubung saya orang melankolis, saya merasa kepingan hidup kami tetaplah bagian hidup kami, akhirnya saya taruh postingan lama itu di sini.

fyi anak-anak saya sudah tidak bersekolah di al falah sejak tahun ajaran lalu (2016-2017)... ^_^

saya sungguh merindukan sekolah al falah yang lama, dengan konsep yang dulu, orang2 yang dahulu, keramahan yang dahulu...


Sudah sejak usia satu tahun Ikhlas, anak pertama kami, kami masukkan ke sekolah.
iya, saya tahu, pasti mau bilang, "emang ga kasian umur segitu udah disekolahin?" atau "anak piyik kayak gitu diajarin apa di sekolahnya?"
dan jawaban saya: emangnya kenapa harus kasian? lha di sekolahnya ga diajarin baca tulis, ga dikasih PR, ga disuruh duduk diem yang pake nyanyian "tangan ke atas, tangan ke samping, tangan ke depan, duduk yang manis" (hayo ngaku, pasti baca ini sambil nyanyi ya.. XD
lho, trus diajarin apa? ya mereka diajarin semua hal sesuai usianya.
misalnya ya, pas anak saya masih usia satu  tahun. kerjaannya di sekolah tuh cuma tidur, makan, main sama gurunya, dengerin gurunya cerita sambil diperlihatkan bukunya, main2 di lapangan, belajar jalan, dan kegiatan bayi lainnya..
see.. anak ogut nggak dieksploitasi.. heheheh

lanjut lagi ya..
sekolahnya tuh sekolah islam dengan metode sentra yang berbasis pada 9 pilar utama.
sekolahnya beralamat di jalan kelapa dua wetan, ciracas.
itu sekolah bener2 nggak terkenal... nyempil, dan ga keliatan kalau itu adalah sekolah yang terdiri dari jenjang baby house (sejak usia 2 bulan sampai 3 tahun), play group, tk, sd, smp, sma...
jam sekolahnya lumayan lama, dari jam 7 pagi sampai jam 2 siang (untuk pra sekolah sampai sd kelas 2), sedangkan sd kelas 3 sampai sma pulangnya jam 4 sore.
ada juga extended untuk anak pra sekolah sampai kelas 2 sd, jadi mereka bisa pulang jam 4 sore.
nah, di sini juga suka banyak yang dengan semena-mena bilang, "itu tempat penitipan anak kali, bukan sekolah!"

dan saya sejujurnya ingin berteriak: BUKAN! ini sekolah, aseli sekolah, S-E-K-O-L-A-H... di mana ada guru, koordinator guru, kepala sekolah, direktur sekolah, kurikulum, pencapaian tiap anak, dan segambreng hal-hal akademik lainnya. dan saya yakin, pasti sangat berbeda dengan tempat penitipan anak!



Saya Jatuh Hati

awalnya saya nggak setuju kalau anak sekecil itu berkelahi dengan waktu.. eh salah, itu lagu bang iwan.. heheheh
awalnya saya ga setuju kalau anak saya yang masih belia itu disekolahkan. kasian kan dia, nanti jangan2 ga deket sama ibu bapaknya lagi, ga deket dengan keluarganya, trus nanti dia malas sekolah pas usia sd...
eh ternyata saya malah jatuh hati sama sekolah itu.

ya, saya jatuh hati sekali pada semua sistem pendidikan di sekolah itu... dan juga guru-gurunya yang saya belum pernah menemukan guru-guru yang seperti mereka di sekolahan manapun di muka bumi ini (lebay deh hehehe).

semua berawal dari PPOT (Program Pelatihan Orang Tua) yang wajib diikuti oleh semua orang tua yang menyekolahkan anaknya di sini. jadi kalau memang mau anaknya sekolah di sini, ya harus mau ikut program ini.
tujuannya adalah untuk menyeimbangkan pola didik sekolah dengan pola didik di rumah.
sip, saya setuju banget dengan alasannya.
karena banyak orang tua murid yang melempar tanggung jawab pendidikan pada sekolah anak-anak mereka dan terima beres.
mereka ga mau tahu, yang pasti anak mereka harus bisa bagus kalau sudah sekolah!
lha.. di sekolah cuma berapa jam, bu, pak? lebih banyak waktu mereka dihabiskan di rumah, kan...

akhirnya saya mengikuti PPOT itu. selama 10 hari saya mengikuti pelatihan itu, selama itu pula ada banyak sekali hal yang membuat saya tertampar, tertegun, dan tersadar bahwa saya butuh banyak belajar untuk menjadi orang tua yang baik!

emang diapain aja di PPOT itu?
di dalam pelatihan itu kami dibawa untuk menyadari bahwa semua anak itu terlahir dengan fitrahnya masing2. tugas para orang tua adalah mendampingi mereka tumbuh sesuai fitrahnya dan tentu saja harus bisa menjadi pendamping terbaik bagi mereka.
ah, saya rasa saya terlalu dangkal menjabarkannya, karena saya yakin, sekali anda mengikuti program ini, maka saya jamin anda akan tersadarkan sesadar-sadarnya. program ini banyak sekali membawa perubahan pada diri saya. dan menurut testimoni peserta yang sudah pernah ikut, mereka pasti ingin ikut program latihan tahap selanjutnya.

nah, saat program pelatihan itu, kami para peserta diajak untuk ikut eksplorasi sekolah. kami mengamati kegiatan belajar mengajar di sekolah.
di sini saya melihat, anak saya 'diapakan' saja sehari-harinya dan itu benar2 membuat saya bergidik...
saya bergidik karena ternyata sekolah itu jauh lebih mengerti anak saya ketimbang saya yang orang tuanya!
mereka jauh lebih ramah terhadap anak saya ketimbang saya yang orang tuanya!
dan saya sangat kecewa pada diri saya sendiri...
ah, rasanya mata saya selalu sembab selama mengikuti program pelatihan itu dan saat eksplorasi sekolah...


Cara Guru Berkomunikasi
"oh, Ikhlas mau pinjam? boleh bicara dengan temannya." ketika anak saya diam saja padahal ingin memakai sebuah mainan yang sedang dimainkan temannya.

"kita bisa bicara. kalau menangis tidak ada yang mengerti." ketika ada seorang anak yang menangis karena menginginkan sesuatu.

"wah, alhamdulillah, hari ini Ikhlas sudah bisa menyuap nasi sendiri." ketika anak saya berhasil menyuap sendiri makanannya.

"tidak apa-apa tumpah. kita bisa bereskan." ketika ada anak yang tidak sengaja menjatuhkan minuman di kelas.

"masih butuh waktu untuk tenang? oke, bu guru akan menunggu sampai  tenang." ketika ada anak yang tantrum, dan sang guru berkata sambil memeluk anak tersebut.

"sekarang bu guru sedang berbicara. yang lain tenang, mendengarkan. kita bergantian." ketika seorang guru sedang berbicara sedangkan ada murid lainnya sibuk berbicara dengan temannya.

ah, indah sekali di sekolah itu..
tak ada guru yang marah.
tak ada guru yang menyuruh.
tak ada guru yang melarang kreasi muridnya.
tak ada nada tinggi.
tak ada muka capek apalagi jutek.

masya allah...

saya yang merupakan ibu dari seorang anak saja masih sangat sering marah, menyuruh ini itu semena-mena, melarang anak berkreasi hanya karena sudah capek dengan tugas lainnya, bernada tinggi, bermuka jutek...

masya allah...

itu baru dari segi bahasa dan tingkah laku.
masih banyak hal lain yang saya garis bawahi dari semua yang ada di sekolah ini.

ernst (anak kedua saya) saat acara manasik haji di sekolahnya



Perlakuan Sekolah pada Murid

bahwa setiap murid itu istimewa? ya, mereka sangat menunjukkan hal tersebut.
pernah suatu waktu saya dipanggil oleh koordinator guru pra sekolah. ternyata tim guru menemukan bahwa ikhlas agak kurang di motorik kasarnya. dan mereka membuatkan program khusus untuk ikhlas yang akan dilakukan selama 2-3 bulan...
bayangin.. sampai sebegitunya perhatian mereka...
saya yakin bahwa banyak sekolah lain yang alihalih memberikan program khusus untuk kekurangan muridnya, mereka justru memanggil orang tua murid dan mengeluhkan bahwa anaknya kurang dalam hal ini dan melabelkan anaknya macam2 (lelet, pemalas, dsb).

mereka membangun logika berpikir anak sehingga anak bisa menemukan sebab dan akibat, dan itu melalui bermain.
"itu ceritanya sedang apa pak supirnya?"
"sedang naik mobil, bu."
"lho, kok pak supirnya naiknya di atas mobil?" bu guru bertanya sambil memerhatikan boneka laki-laki yang dinaikkan ke atas mobil mainan.
"oh iya, harusnya di dalam ya."
"iya, harusnya di dalam mobil. di tempat supir. kalau di atas mobil, nanti bisa jatuh. tidak aman."
dan sang murid lalu berbalik ke awal, menjalankan bonekanya seolah-olah masuk ke dalam mobil, lalu meletakkan bonekanya di pangkuan (karena ceritanya si boneka sudah di dalam mobil--mobilnya kecil jadi tidak muat jika bonekanya masuk), lalu mulai menjalankan mobil2an tersebut. setelah sampai di tujuan, boneka lalu seolah-olah keluar dari mobil.





Ikhlas dan Ernst saat open house sekolah, bersama hasil karya anak2 pra sekolah (PG sampai TK B)


Waktu Sekolah Anak

seperti yang sebelumnya sudah saya katakan, usia pra sekolah sampai kelas 2 SD, murid-murid masuk jam 7 sampai jam 2 siang.
sedangkan untuk murid kelas 3 SD sampai dengan SMA, mereka masuk jam 7 sampai jam 4 sore.

jam sekolah yang panjang dikarenakan membangun mood anak serta bonding dan pembiasaan dengan sekolah (karena bagi anak pra sekolah hal ini  sangat tidak mudah).

jadi ketika pagi hari, anak-anak sudah diminta membuat jurnal (silakan lihat ulasan jurnal di sini pentingnya jurnal), selesai jurnal mereka bisa bermain bebas di dalam ruangan. setelah itu membaca ikrar dan bernyanyi. lalu keluar kelas menuju lapangan untuk melatih motorik kasar mereka. setelah itu sarapan.

sejak pagi sampai sekitar jam 9, itu adalah saat2 membangun mood anak agar siap untuk kegiatan belajar. nah, setelah sarapan barulah dimulai proses belajar.
dan please jangan berpikir kegiatan belajar mereka tuh duduk diam di kelas sementara guru berdiri di depan berteriak menjelaskan sesuatu. oh, tentu tidak.

pembelajaran mereka sesuai dengan sentra yang mereka dapat di hari itu.
sentra dilakukan di luar atau di dalam ruangan, sesuai kebutuhan.
selesai sentra, mereka mereview apa saja nilai dan informasi yang mereka dapatkan selama bermain (belajar) di sentra, ini disebut circle time.
di circle time juga biasanya dibahas hal-hal yang menyangkut bersama.
misalnya ada yang bertengkar sewaktu sentra, maka circle time adalah ajang untuk berbaikan.
selesai sentra mereka makan camilan. bersiap untuk sholat dzuhur, lalu bersiap makan siang. setelah itu bersiap untuk pulang.

Murid dan Murid
"sudah, ga papa, A memang belum ngerti. maafin dia ya." kata seorang anak TK A pada temannya yang menahan sakit karena dipukul oleh seorang temannya yang special need.

"aku mau pinjamkan, tapi kamu harus minta izin dulu." salah seorang anak TK A berbicara pada temannya.

"Ara... masuk ke kelasnya bareng yuk." ajak salah seorang murid pada temannya yang special need. ajakannya sangat tulus, dan terlihat sekali bahwa tak ada perbedaan yang dirasakan oleh anak itu terhadap temannya yang special needs kecuali adalah para special needs memang butuh kasih sayang ekstra.

di sekolah anak memang terbiasa bermain berkelompok dan juga bermain secara individu. saat bermain kelompok (baik kelompok besar maupun kelompok kecil), kerja sama dan brain storming memang sangat diperlihatkan oleh anak-anak tersebut, tentu ini peran penting dari guru saat membangun suasana yang seperti ini.
mereka benar-benar akrab satu sama lain, bahkan tidak hanya yang satu angkatan, tapi juga antar angkatan. ini karena guru juga kadang menaruh murid angkatan yang lebih muda ke kelompok yang lebih tua (untuk beberapa hal tertentu saat main bersama) atau sebaliknya.

kedekatan antar murid tak serta merta berarti semua hal adalah boleh dan baik. misalnya saja ketika anak saya, Ikhlas, sedang sangat dekat dengan seorang temannya perempuan. mereka sering bermain bersama. bahkan ketika memilih teman bermain sekelompok, anak perempuan tersebut sering sekali memilih ikhlas untuk menjadi teman sekelompoknya.
dan di beberapa kesempatan sang anak sering memeluk ikhlas.

akhirnya guru makan (wali kelas) memanggil saya, "bunda, mohon maaf. ada sebuah hal yang saya dan tim guru lihat pada ikhlas dan seorang temannya, mungkin bunda kenal (sambil menyebutkan nama sang anak). mereka berdua sedang akrab-akrabnya akhir2 ini. ya mungkin karena ikhlas adalah tipe anak yang mudah disenangi teman-temannya, ditambah lagi temannya yang satu ini memang anak pertama dan sangat ngemong. jadi mereka akrab sekali."

sampai sini saya masih belum paham.

"ada beberapa kesempatan, ananda memeluk temannya ini, bunda. awalnya saya tidak melihatnya tapi beberapa guru yang lain melihat. dan ketika akhirnya saya yang melihatnya sendiri, saya katakan pada ikhlas: ikhlas boleh sayang teman, tapi yang boleh dipeluk dan dicium itu hanya keluarga."

"oh, iya, bu. beberapa kali saya juga melihat mereka berpelukan, awalnya memang temannya yang memeluk bahkan mencium pipi. tapi saya suka bilang: cukup ya."

"iya, kami memang tidak tau siapa yang memulai terlebih dahulu. tapi mungkin bunda bisa bantu kasih pengertian ke ikhlas bahwa yang boleh dipeluk dan dicium itu hanya keluarga saja, apalagi ini teman yang berbeda jenis kelamin, bisa kita kasih batasan dengan mengatakan bukan muhrim."

ow, sampai sini saya baru sadar, ternyata sekolah mengerti tentang batasan muhrim dan bukan muhrim, alhamdulillah. saya yang justru tersadarkan, saya pikir masih baik-baik saja karena mereka masih kecil. tapi ternyata menurut para guru, hal ini sudah seharusnya ditanamkan sejak dini, agar mereka terbiasa menjaga kontak fisik yang berlebihan dengan yang bukan muhrimnya.
ah, terima kasih, saya tercerdaskan.. :')


Pendidikan Life Skill dan Karakter Kental Sekali di Sekolah Ini
"Bunda, mau minta tolong, di rumah Ernst dibiasakan menyuap makanannya sendiri. karena di sekolah sudah mulai lancar menyuap sendiri."
suatu hari seorang gurunya ernst berpesan pada saya ketika saya menjemput ernst di sekolah.
ya, di sini life skill memang sudah diajarkan sejak dini. bukan hanya mengenai dirinya (makan, minum, berpakaian) namun juga hal lain seperti membersihkan bekas makanan yg tercecer, menyapu ruangan, menggulung bersama guru dan teman2 karpet yg sudah digunakan untuk bercerita bersama, bahkan sampai membersihkan wc. semua bahkan ada jadwal piketnya meski tidak tertulis.
bahkan dulu 'pelajaran' favoritnya ikhlas adalah menyikat kamar mandi :D

pendidikan karakterpun sangat kuat di sekolah ini.
dimulai dari sikap para guru yg sangat baik dan tidak terkesan diada-adakan/dibuat-buat, sampai ara staff dan karyawan juga berpartisipasi dlm pendidikan karakter pada murid.
"alhamdulillah, hari ini kita sudah belajar mengenai tumbuhan."
"alhamdulillah, hari ini ernst sudah mau merapikan mainan dan mengklasifikasikan."


Sekolah adalah Partner Orang Tua, bukan Kaki Tangan
yup, di sekolah ini kedudukan orang tua dan guru memang sama. sekolah tidak mau dijadikan kaki tangan orang tua untuk mendidik anak. maksudnya mereka tidak mau dilempari tugas mendidik anak-anak sepenuhnya. mereka ingin agar pendidikan di rumah dan di sekolah adalah pendidikan yang satu, sama, saling melengkapi.
dengan begitu anak tidak bingung.
maksudnya bingung?
nah, suatu ketika saat pertemuan orang tua dengan guru, kami diwanti-wanti untuk selalu sama antara sekolah dengan rumah. misalnya di sekolah sudah diberitahu dan selalu ditanamkan bahwa makan harus sambil duduk.
lalu di rumah ternyata longgar sekali penanaman nilai seperti ini. makan semaunya di mana saja, sambil ngapain saja.
jangan pikir anak tidak akan terpengaruh.
anak sudah cerdas, mereka bisa menilai. mereka bisa melihat, "oh, di sekolahku harus begini. tapi di rumah tidak harus."
dari sini mereka jadi bisa bermain-main dengan aturan. apa bahayanya?
mereka jadi pintar mempermainkan aturan. mempermainkan aturan inilah cikal bakal orang2 bisa korupsi, bisa bertindak kriminal.

ah, saya kembali tersadarkan. saya kembali belajar. Allah, betapa tidak mudah mendidik anak.

komitmen yang dipegang oleh sekolah untuk menjadi mitra orang tua memang bukan hanya pemanis buatan yang bikin batuk-batuk. mereka mewajibkan orang tua mengikuti PPOT, mereka mengadakan pertemuan guru dengan orang tua untuk membahas apa saja terserah kami para orang tua, mereka memberikan sosialisasi tema persemester (apa saja yang akan anak pelajari selama satu semester ini), mereka juga membuat workshop parenting (terbuka untuk umum, namun orang tua murid mendapat harga spesial untukikut workshop ini).

dan jujur saja, sekolah ini adalah tempat belajar saya mengenai segala hal tentang mendidik anak...



Perkembangan Anak
untuk usia baby sampai toddler besar, perkembangan anak akan dituliskan setiap harinya melalui buku Catatan Harian Baby House. di situ kita bisa lihat apa saja yang dilakukan anak selama di sekolah, makan apa saja, tidur jam berapa, dan ada pesan apa untuk orang tua dari guru-gurunya yang terkait dengan sang anak.




Mengenai Rapor...
jangan bayangkan akan banyak deretan2 angka di dalamnya.. oh, no.. rapornya Ikhlas dan Ernst di sekolahnya adalah deretan kalimat2 panjang mengenai semua pencapaian mereka selama smester tersebut dan juga poin2 yang dicapai oleh mereka sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya. rapot dijabarkan mulai dari psikomotorik, sampai hal2 kecil seperti kebiasaannya di kelas.
dan pada saat pengambilan rapor, semua perkembangan anak dikupas bersama gurunya. masing2 ortu biasanya akan menghabiskan waktu sekitar 15-30 menit saat mengambil rapor.

rapor sekolah


hm... apa lagi yang hendak saya share ya? sepertinya banyak, tapi malam semakin larut, dan saya sudah mengantuk...
in sha allah akan dilanjutkan di lain kesempatan.. :)

mau lihat profil sekolah al falah? ini link youtube-nya profil al falah

Selasa, 25 Maret 2014

Memilih Sekolah: Sekolah Ramah Anak ;)

benar-benar nggak menyangka kalau memilih sekolah di zaman seperti ini tuh susahnya bukan main...
denger dari berita yang katanya ada tindakan bullying antar murid, pelecehan, sampai kekerasan yang memang terstruktur itu semua bikin kepala nyut nyut...

bayangin ya, kita sebagai orang tua kan maunya sekolah itu jadi mitra kita dalam mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan anak, lha ini malah jadi ajang gengsi, ajang 'pelatihan fisik', ajang pamer kemampuan akademis anak (bahkan antar sekolah pun menjadikan muridnya sebagai bahan pamer prestasi yaiks).

belum lagi segambreng atribut yang menyertai sekolah-sekolah itu: IB school, kurikulum cambridge, montessori, metode berbasis karakter, metode sentra, metode holistik, de el el - de el el... fiuh...

yang pasti, ketika kita memilih sekolah untuk anak kita, ada beberapa hal yang menurut saya patut untuk kita pertimbangkan:
1. jarak, pertimbangkan jarak tempuh pergi-pulang antara rumah dan sekolah (kadang jarak yang agak jauh memang bisa ditempuh jika misalnya rumah dan sekolah yang dituju sama-sama dekat tol).
2. lingkungan sekolah. sekolah yang bagus adalah sekolah yang menyediakan halaman yang lapang bagi murid-muridnya untuk bermain maupun bereksplorasi. tak perlu banyak mainan mewah, dengan fasilitas bermain yang sederhana, namun lingkungan yang nyaman, aman, dan lapang maka anak bisa belajar banyak hal.
3. sekolah yang ramah anak. seperti apa sekolah yang ramah anak? yuk, lanjut...





Sekolah Ramah Anak

kalau mengutip judul buku Munif Chatib, "Sekolahnya Manusia", ya memang sekolah yang ramah anak itu adalah sekolah yang memang diperuntukkan untuk manusia. bukan hewan yang hanya disuruh atau dilarang tanpa diberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapat atau mengembangkan pola pikirnya.

dengan metode pengajaran sekolah saat ini yang mendrill anak, melarang, menyuruh, bayangkan ada berapa banyak sel otak anak yang akhirnya menciut, kerdil, bahkan mati karena tidak terpakai untuk berpikir melainkan hanya mengerjakan a, b, c, d yang guru suruh, larang, minta. belum lagi kalau ada guru yg galak :(

potensi setiap anak itu berbeda, maka perlakuannya pun harus berbeda juga. gak bisa semua murid hanya duduk diam di kelas, mendengar guru berbicara di depan kelas. sementara jika ada murid yang terlihat tidak fokus pada penjelasan guru, tidak bisa mengikuti pelajaran, tidak bisa duduk manis, maka serentetan predikat tidak muridiawi akan melekat pada mereka.

"murid nakal", "murid bodoh", "murid pemalas", dsb yang sangat menyakitkan.
tidakkah kita berpikir bahwa Tuhan telah menciptakan manusia sedemikian unik dan berbeda satu sama lainnya?
maka wajarlah jika ketika ada sekolah yang memang melakukan kegiatan belajar disesuaikan dengan fitrah setiap murid, maka sekolah tersebut bisa saya katakan sekolah ramah anak.

oke, kita buat poin per poin sekolah ramah anak itu yang seperti apa.

1. menghargai setiap dimensi kecerdasan masing-masing anak
anak tidak dituntut dalam akademisnya (IQ), seperti halnya sekolah pada umumnya. tapi semua dimensi kecerdasan anak yang lainnya (ES dan SQ) juga dibangun di sana.
sisi kognitif, afeksi, dan psikomotorik terus dipantau dari hari ke hari dan biasanya laporan perkembangannya akan disertakan di dalam rapor anak.
kesemuanya itu tentu berbeda antar anak, dan ini memerlukan perhatian guru pada masing2 murid.


2. guru menjadi partner orang tua dan anak dalam mendampingi tumbuh kembang anak,
karena setiap potensi anak akan dikembangkan di sekolah ramah anak, maka tugas guru adalah menjadi pendamping dan fasilitator anak dalam belajar.
biasanya di sekolah ramah anak, guru tidak akan menyuruh, melarang, dan marah. eits tapi ada maksudnya.
tidak melarang anak untuk mengembangkan rasa ingin tahunya, meski tetap guru akan mengingatkan sang anak jika hal tersebut tidak aman atau tidak diperuntukkan untuk anak seusianya.
guru tidak menyuruh anak mengerjakan sesuatu, tapi mendorong anak untuk melakukan hal yang bermanfaat untuknya.
dan guru tidak akan pernah memarahi anak karena guru tahu bahwa memarahi anak hanya akan mematikan milyaran sel otaknya saat itu juga. guru akan memberikan pemahaman pada anak mengapa ini bisa dan tidak bisa dilakukan.

3. bersifat inklusi (menerima murid special needs),
tujuannya agar anak special needs mendapatkan pembelajaran bahwa sesungguhnya kehidupan nyata adalah seperti di sekolahnya, banyak anak-anak yang tidak seperti dirinya. dan bagi anak yang bukan special needs, mereka jadi belajar menerima dan menyayangi teman special needs mereka, dan itu yang akan mereka lakukan pada special needs lain di luar sana.

4. menerima dan mendukung serta mengembangkan potensi setiap anak sesuai fitrahnya.
kecerdasan majemuk tidak luput dari perhatian sekolah ramah anak. kecerdasan majemuk anak dikembangkan di sini, yang kurang akan diimprove, sedangkan yang sudah bagus akan dipertahankan.
maka tidak akan ada yang namanya ranking di sekolah ramah anak, karena setiap individu itu berbeda :)

5. mengembangkan keterampilan kecakapan hidup (life skill),
biasanya sekolah tidak memerhatikan keterampilan kecakapan hidup, padahal saya yakin, ini adalah alah satu hal yang sangat diperlukan oleh anak di dalam hidupnya, apalagi ketika mereka sudah besar dan tinggal terpisah dri orang tua (misal kost di luar kota atau luar negeri).
dengan mengembangkan keterampilan kecakapan hidup, anak akan terbiasa mandiri mengerjakan apa-apa yang menjadi kebutuhannya, bahkan bisa membantu temannya dan orang lain.

6. mendidik karakter anak,
pendidikan karakter adalah salah satu syarat sekolah ramah anak. mengapa? meminjam judul buku ida s. widayati, "mendidik karakter dengan karakter', memang jika ingin mendidik karakter anak ya harus dengan menunjukkan karakter yang sesuai.
ingin anak memiliki karakter sopan? ajarkan bagaimana berlaku sopan melalui sikap kita. dan itu berarti setiap pendidik di sekolah ramah anak harus memiliki karakter yg baik agar bisa menjadi contoh baik bagi para murid.

 7. menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
dengan suasana belajar yg menyenangkan, pasti informasi yg didapatkan anak akan lebih banyak dan mudah diingat.


8. menumbuhkan murid yang active learner and long life learner
bukan membuat anak kapok eksplore karena guru yg ini itu, sekolah ramah anak justru membuat anak2 menjadi pembelajar yg aktif dan pembelajar seumur hidup.


apalagi ya? duh, saya kira masih banyak syarat sekoah ramah anak, tapi tampaknya untuk saat ini saya baru bisa menyebutkan  poin2 di atas. jika ada masukkan, sangat diterima dengan senang hati...

mau tau beberapa sekolah ramah anak? bisa baca di link ini: beberapa sekolah ramah anak

Selasa, 04 Maret 2014

Sekolah Ramah Anak #edisingebolang

yak, demi si ayah yang tetiba bilang, "bun, gimana kalau ikhlas sdnya pindah?" akhirnya saya bertualang dari satu negeri ke negeri lainnya.. eh, lebay...

yak, seharian ini saya berkeliling ke beberapa sekolah yang saya pikir ramah anak.
saya mengetahui sekolah-sekolah ini dari hasil googling, baca-baca diskusi emak2 cihuy di beberapa forum, ikutan diskusi di sebuah forum emak2 alumni ui, dan juga hasil tanya sana sini...
dan tersebutlah Sekolah Karakter IHF Cimanggis, Sekolah Semut-Semut Kelapa Dua, dan Sekolah Cikal (di cilandak dan cipayung).

kriteria saya dalam memilih sekolah untuk anak saya adalah:
1. tidak ada PR
2. memiliki sistem pembelajaran yang berorientasi pada murid
3. murid menemukan sendiri, bukan dipaksa untuk menerima sesuatu
4. mengembangkan rasa kritis mereka
5. sekolahnya nyaman (banyak pohon, ada lapangan luas, lingkungannya bersahabat)
6. sekolah adalah partner orang tua dalam mendidik anak
7. sesuai dengan visi misi kami (apaan tuh? heheheh)
8. maunya yang serupa dengan sekolah anak-anak saya saat ini al falah *udah bener2 jatuh cinta

saya rasa ketiga sekolah di atas memang memenuhi kriteria2 yang saya inginkan. dan jadilah hari ini saya ngebolang ke sekolah-sekolah tersebut. dan inilah laporan selayang pandang...
oia, mau intip2 ttg kriteria sekolah ramah anak? monggo mampir ke link sekolah ramah anak


Sekolah Karakter IHF klik di sini

gedung Sekolah Karakter di Cimanggis
sekolah ini letaknya di sebelah Giant Cimanggis. dari luar sudah kelihatan kok gedungnya.
nah, saya dapat nama sekolah ini dari seorang teman yang concern di bidang anak-anak.
karena penasaran dengan sekolah yang katanya memang mengembangkan karakter anak, akhirnya saya menyambangi sekolah tersebut.
begitu melihat gedungnya, yang saya rasakan adalah, "wow gedungnya ga kayak sekolahan, mudah2an dalemnya sesuai dengan harapan."

akhinya saya masuk ke kantor kemudian bertanya beberapa hal. dan ternyata pemirsa, saya telat daftar. seharusnya saya daftar sebelum bulan februari, karena pendaftaran memang dibuka pada januari sampai februari.
and u know what? daftar waiting listnya udah 170 orang untuk pendaftar SD..
hm, oke.. cukup tau aja *nyengir kuda :D

oia, sekolah ini adalah sekolah umum, jadi menerima murid dari latar belakang agama manapun.

lanjut dari office, saya melihat kegiatan belajar mengajar mereka.
ketika dikasih lihat ruangan SD kelas 1, saya lihat memang konsepnya bagus.  satu kelas maksimal ada 25 anak, dengan 2 guru.
kegiatannya juga memang tidak monoton seperti sekolah konvensional.
mereka juga belajar menggunakan tema yang berganti setiap bulan, sedangkan sub temanya berganti setiap minggu.
guru2nya ramah. ruangannya nyaman.

seorang murid sedang asyik bermain pasir
di bawah rumah pohon di area pra sekolah
sedangkan untuk pra sekolahnya yang memang dipisah dengan pagar setinggi perut orang dewasa, terdapat kelas-kelas. setiap kelas mewakili setiap sentra. kalau tidak salah ada sekitar 7 sentra (saya lupa).
saya suka dengan sistem sentra. karena dengan sistem seperti ini masing-masing kemampuan anak akan digali. contohnya di sentra bahan alam, mereka akan dilatih kemampuan motorik kasar dan halusnya melalui berbagai kegiatan seperti bermain ublek, melukis mural, tuang takar, dsb (ini kalau melihat kegiatan sentra bahan alam di sekolah anak saya).
dari segi fasilitas, permainannya pun lengkap. ini persis dengan sekolahnya Ikhlas dan Ernst saat ini.

tapi saya tidak sreg ketika melihat ke lapangan tengah. anak-anak bermain tanpa pengawasan guru. ada yang berlari naik turun tangga. ada siswa yang sedang belajar di luar kelas, tapi saya tidak menemukan di mana gurunya (huhuhu...). dan, ketika hendak keluar dari sekolahnya, saya mendapati sebuah kejadian yang membuat saya agak merenung...

ceritanya ada sekelompok siswa TK yang sedang diajak menuju ruang pertemuan di lantai atas, tapi ada beberapa murid yang menjatuhkan peralatan yang dibawa sang guru.
murid itu tertawa-tawa, diikuti oleh beberapa temannya. sang guru berkata, "tunggu di sini ya." sementara itu ia berjalan ke lantai bawah untuk memunguti peralatan yang jatuh tadi. belum semuanya berhasil diambil, dari atas, seorang anak kembali menjatuhkan peralatan yang lain.. oh, no...
saya bertanya dalam hati, "bukankah seharusnya guru itu mengajak sang murid untuk mengambilnya? sebagi pendidikan bertanggung jawab terhadap hal yang dilakukan?"
ya, akhirnya hal itu juga menjadi sebuah catatan bagi saya.

lokasi belajar pra sekolah
tapi saya pikir mungkin ini adalah oknum saja, hanya satu guru. karena menurut teman-teman sesama ibu, sekali lagi, sekolah ini cukup baik dan berkualitas dalam segi pembangunan karakter anak-anaknya. and overall, saya suka sekolah ini karena hampir semua point yang saya garisbawahi dalam mencari sekolah ada pada sekolah ini... ^.^

untuk masuk sekolah ini juga ada tes masuknya (ini mungkin untuk usia sekolah, ya). tesnya psiko tes, tes kematangan anak (apakah sudah siap untuk masuk sekolah), dan wawancara orang tua (untuk mengetahui apakah visi misi orang tua sama dengan visi misi sekolah dalam mendidik anak).

oia, untuk administrasi tahun ajaran 2014/2015  (SD), berikut saya lampirkan:
1. formulir pendaftaran dan TKS/Tes Kematangan Sekolah
(bisa mendaftar kalau memang masih ada quota)                                     400.000
2. seragam sekolah (olah raga dan bahan putih biru kotak-kotak)
dan buku literatur untuk orang tua                                                           600.000
3. Biaya gedung                                                                                18.000.000
4. Biaya kegiatan/tahun                                                                       2.500.000
5. SPP/bulan                                                                                          650.000
                                                                                         total         22.150.000

gedung SMP dan lapangan tengah
menurut informasi yang saya dapat, jika memang anak kita diterima di sekolah ini, pembayaran bisa dibayarkan 50%nya, dan di bulan berikutnya bisa dilunasi.

untuk usia pra sekolah, in sya allah ga beda jauh.. heheheh.. (kalau melihat di tahun ajaran 2012-2013 uang pangkal pra sekolah adalah 10juta dan spp 450rb).
maaf ya ga akurat, lupa nanya, nanti coba saya tanyain deh kalau ketemu lagi sama petugasnya, jangan ngambek gitu..
nah, kayak gitu dong, kalau senyum kan enak diliat, bisa dibedain sama cucian yang belum disetrika.. XD *kabuurrr takut ditimpuk setrikaan

murid-murid SMP sedang mengerjakan proyek
oia, setelah beberapa hari kmarin saya survey ke sini, ternyata ada telepon dari sekolah, bahwa saya masih boleh daftar. akhirnya saya datang, membeli formulir sebesar 400rb. saya lihat formulirnya, ada banyak sekali pertanyaan mengenai si anak yang mau dimasukkan ke sekolah dan bagaimana pendidikan ortu selama ini. di tulisan lain kelak akan saya kasih tau deh, apa aja TKSnya, oke ;)

mau lihat foto2 kegiatan siswa di Sekolah Karakter, lihat di sini--> galeri foto ihf










Sekolah Semut-Semut the Natural School klik di sini

sesuai dengan namanya yang pakai kata2 the Natural School, sekolah ini memang banyak menyajikan kegiatan di alam bebas untuk para muridnya.sekolahnya terletak di daerah RTM, kelapa dua depok. patokannya, kalau kita dari kelapa dua, setelah RTM, lurus saja terus, nanti di sebelah kiri ada masjid besar, setelah itu nanti ada jalan industri kapal dalam (di sebelah kiri), masuk saja..

kesan pertama saya masuk sekolah ini: "wow, 'alami' banget yah.. heheheh" 
yup, saya suka sekali dengan suasana di sekolah ini, murid-murid bermain dengan riang dan senang.
saya tidak banyak eksplore sekolah ini karena saat itu Oz sedang tidur dan saya tinggal bersama eyang ti-nya di mobil.
ini gerbang masuknya
(katanya kalau ga ada foto, berarti hoax, nah ini ada fotonya yak :p)


saya hanya melihat-lihat sekilas dan bertanya-tanya pada petugas TU.
memang sekolahnya ramah anak. mereka lebih banyak eksplore dengan alam, karena mereka berpendapat bahwa melalui alam anak bisa belajar tentang apapun.
mereka menumbuhkan rasa ingin tahu pada setiap muridnya.
pembelajarannya berpusat pada murid. jadi guru seperti fasilitator murid untuk belajar, tidak seperti sekolah konvensional yang murid duduk diam, sementara guru menjelaskan (guru sumber ilmu). di sini anak mencari tahu dengan didampingi oleh guru.

hubungan sekolah dengan orang tua murid juga baik. terlihat dari cara mereka dalam berdiskusi sesuatu.
saat itu saya berkenalan dengan seorang wali murid, mba nia, yang ternyata kenal dengan suami saya (ya Allah, silaturahim itu luas bangettttt)...
dari beliau saya juga banyak nanya2 ttg sekolah ini. katanya memang cukup menyenangkan sekolah di sini. anaknya sangat enjoy bersekolah sejak usia dua tahun sampai saat ini (4 tahun).


kegiatan di dalam sekolah semut-semut.
see.. rindang banget ya...

oh iya, untuk usia pra sekolah, usia 2 sampai 4 tahun (PG), belajarnya 3 kali seminggu dari jam 08.30-11.00.
kenapa tidak setiap hari? katanya tahap PG ini hanya untuk membiasakan saja bahwa ada rutinitas lain di luar rumah.
mengapa hanya sebentar? karena rumah tetap tempat belajar utama anak-anak usia PG..
hm, oke..
di bagian ini saya agak kurang sreg. why? karena menurut saya jika memang ingin membentuk bonding yang bagus antara anak dengan sekolah (guru), bukankah seharusnya pertemuan itu lebih sering, ya?
dan kalau sepemahaman saya yang sotoy ayam ini, anak memerlukan waktu untuk meregulasi emosinya yang dia bawa dari rumah ke sekolah (baca meregulasi emosi) dan itu tidak sebentar. lalu untuk mendapatkan informasi yang baik, anak memerlukan sharing dan refreaming apa yang sudah mereka dapatkan di sekolah sehingga anak tahu aman yang baik dan tidak baik yang dia dapat hari ini, dan itu buth sekitar 30 menit (lagi2 merujuk ke sekolah anak saya, ya abis saya baru nyekolahinnya di situ..heheheh).
tapi ya okelah.. ndak papa...

untuk usia TK A dan TK B, mereka masuk setiap hari dari jam 8 sampai jam 11.45. ini waktu yang cukup untuk melaksanakan semua point (regulasi emosi, proses belajar, dan circle time).

sedangkan SDnya masuk setiap hari dari jam 07.30-14.00... hampir sama dengan sekolah ikhlas sekarang.

tapi ternyata pendaftaran di sekolah ini sudah dimulai sejak September, pemirsa.. yang mana itu sudah kelewat beberapa bulan coba.. aaaa... okeh, baiklah, saya yang salah.. --_--"

quota mereka untuk SD adalah 70% dari murid yang sudah ada yang hendak memasuki usia SD dan 30% murid dari luar.
satu kelas ada 23 orang dan hanya ada 3 kelas di sana. dan saya hanya bisa nangis bombay di dalam hati (lha kalau beneran nanti dikira saya kenapa2..hihihi).

nah, sedangkan untuk usia pra sekolah, mereka membuka pendaftaran di bulan februari, juni, dan oktober. jadi di bulan-bulan itu anak kita bisa didaftarkan. atau jika mau masuk di bulan februari, kita bisa daftar dari bulan januari.

oia, untuk pra sekolah, uang pendaftarannya sudah termasuk sit in (trial selama 2 minggu). jadi kalau mau lanjut, ya berarti bayar uang pendaftaran. kalau ga mau lanjut ya sudah, bubbye gudbay aja..hihihi

untuk administrasi sekolah semut-semut tahun ajaran 2014-2015
*pra sekolah:
formulir: 500.000
uang pendaftaran: 3.000.000/4 bulan (jadi 4 bulan selanjutnya bayar lagi)
spp: 550.000
seragam (t-shirt dan celana olah raga): 175.000

*TK A
formulir: 300.000
uang pendaftaran: 10.000.000
spp: 700.000
seragam (olah raga dan kain hijau salur + kain kuning daun): 375.000
uang kegiatan naik TK B: 2.000.000

*TK B
formulir: 300.000
uang pendaftaran: 5.000.000
spp: 700.000
seragam (olah raga dan kain hijau salur + kain kuning daun): 375.000

*SD
formulir: 300.000
uang pendaftaran: 15.000.000
spp: 800.000
seragam (olah raga, kain coklat krem+merah, putih+kotak2): 575.000
uang kegiatan per kenaikan kelas: 2.500.000

oia, memang sekolah ini sangat rimbun karena konsepnya adalah sekolah alam, jadi jangan kaget jika mungkin ada ulat. dan di sana juga ada tulisan "hati-hati banyak ulat, kalau terkena ulat bulu oleskan dengan bawang merah yang dipotong. bawang merah ada di dapur" -->kira2 begitu deh.. hehehehe

oia, ada salah seorang teman yang pernah juga survey ke sini. memang dia berpendapat sekolah ini bagus, tapi sayang, fasilitasnya kurang terawat.

lanjut ke survey sekolah berikutnya...



Cikal klik ini

nah, udah pada tau sekolah cikal kan ya, yang di cilandak itu.. nah, sekolah ini merupakan sekolah internasional. kalau yang di cilandak dibuka untuk anak mulai dari bayi (usia 6 bulan) sampai SD. sedangkan yang di cilangkap, itu khusus untuk SD kelas 6 sampai sma.

yang namanya sekolah internasional, pasti dong beda dengan sekolah biasa. yup, begitu saya masuk ke sekolah ini, nuansa internasionalnya tuh kental banget terasa. baik dari fasilitas, pelayanan, bangunan, dan semua hal yang berada di dalamnya.. hm okay, lanjut..

cikal memiliki kurikulum yang disebut dengan IB apakah itu? jadi si IB itu adalah sebuah organisasi internasional yang merancang kurikulum yang berlaku secara internasional.

tujuan dari kurikulum IB itu adalah agar anak intellectual, personal, emotional and social skills to live, learn and work di dunia yang sangat dinamis ini. anak dilatih untuk menjadi anak yang kritis dan berkeinginan untuk belajar seumur hidupnya dan peduli dengan lingkungan dan komunitasnya serta menghargai perbedaan.


sekolah kayak apa sih yang disebut IB school itu?
- aktif berperan dalam masyarakat dunia (global)
- berkomitmen dengan perkembangan guru2nya
- Fasilitas sesuai standard IB
Sekarang ini ada 3071 sekolah IB di 139 negara. di indonesia ada 10 sekolah yang pake kurikulum IB. kalau mau lihat sekolah2nya, silakan cek di sini

kalau memang berniat menyiapkan anak yang berwawasan global dan memang mau atau ada niat menyekolahkan anak ke luar negeri, better masuk ke sekolah yang berkurikulum IB deh. biar sudah terbiasa dengan standar dan keseharian internasional. (huwooo)

nah, lanjut lagi ke si cikal ye...

ini jenjang pra sekolahnya:










  • Bayi Bayi (6 months-1 year old)

    • Adik Adik (1-2 years old)
    • Kakak-Kakak (2-3 years old)
    • Pre-Kindergarten (3-4 years old)
    • Reception Junior and Senior (age 4 – 6 years)
    • Year 1 to 2 (age 6 – 8 years)
    • Year 3 to 6  (age 8 – 12 years)
    • middle school (smp, sma)


    kalau bicarain fasilitas, ga perlu dibahas lagi deh kayaknya.. hehehehe.. sekolah ib kan memang sudah ada standardnya, standard internasional, jadi sudah dapat dipastikan bahwa fasilitas pasti lengkap dan mendukung semua kegiatan anak.

    metode pembelajarannya active learning. jadi memang siswa dibuat dan difasilitasi untuk mengembangkan rasa ingin tahunya, mengembangkan potensinya, dan mempersiapkan anak-anak agar menjadi pembelajar seumur hidupnya..

    oia, untuk administrasinya, bisa dilihat di foto berikut ini ya.. (tadi udah ditulisin, eh ternyata kehapus semua yang udah ditulis T_T)
    prosedur pendaftaran Cikal

    administrasi Cikal



    Sekolah Al Falah klik di sini atau di sini

    sekolah al falah terletak di jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Ciracas. dari luar agak gak kelihatan kalau ini adalah sekolah, abis kecil banget tampak luarnya.
    padahal di dalamnya ada kelas2 untuk anak para sekolah sampai SMA, lapangan pasir, lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan rumput untuk bermain para baby dan toddler, lapangan bermain, taman bunga, lapangan untuk duduk-duduk, kolam renang, dan kandang-kandang hewan peliharaan sekolah.
    yup, jadi jangan membayangkan sekolah al falah ini memiliki gedung dan fasilitas super mewah dan modern seperti highscope atau cikal. sekolah al falah benar2 sederhana, meskipun uang pangkal dan SPPnya sangat2 tidak sederhana :D
    tampak depan sekolah al falah

    acara manasik haji di sekolah

    tawaf saat manasik haji di sekolah




    sistem pengajaran di al falah mirip banget sistem IB yang membuat anak jadi active learner and long life learner. bedanya, al falah bukan sekolah internasional, dia kental dengan pendidikan hidup dan agama.
    mereka menggunkan metode sentra untuk pembelajaran murid-muridnya. bahkan sekolah al falah adalah sekolah pertama dan pelopor sekolah-sekolah dengan metode sentra di indonesia.

    jangan bayangkan para murid duduk diam sementara guru menjelaskan, ya...
    sejak usia pra sekolah, al falah sudah memberikan proyek pada para muridnya.. 
    seperti misalnya pada usia TK A, proyek mereka sederhana, misalnya sedang mempelajari tema aku dan sekitarku, dengan sub tema keluarga, jadi mereka membuat pohon keluarga yang kemudian mereka namai tiap batangnya, ada ayah, ibu, adik, kakak, om, tante, dsb. dari situ mereka belajar bahwa adik laki-laki ayah adalah om, ayahnya ibu adalah eyang kakung, dsb.
    ikhlas (paling kiri) dan teman2nya
    saat manasik haji di sekolah

    sedangkan untuk usia sekolah (SMP misalnya), mereka yang sedang mempelajari proses produksi dari hulu ke hilir akan diajak untuk ke pabrik tebu, melihat dari mana gula dibuat, bagaimana dipasarkannya, dsb. di akhir proyek mereka diminta untuk membuat laporan dan mempresentasikannya di depan teman-teman dan didepan orang tua mereka... keren. dan anak-anak sama sekali tidak ada yang merasa terbebani dengan proyek mereka.

    al falah merupakan sekolah inklusi, jadi mereka menerima anak-anak special needs dan membiarkan belajar bersama anak-anak lainnya, alsannya karena pada kenyataannya anak special needs maupun anak biasa pasti akan berbaur satu sama lain, jadi sekolah merupakan miniatur dunia nyata bagi anak special needs dan anak biasa.
    oia, untuk special needs, ada yang membutuhkan shadow teacher dan ada juga yang tidak, tergantung kebutuhan mereka.

    ernst digandeng bu euis
     saat manasik haji di sekolah
    saya sempat mengikuti acara kenaikan kelas anak TK B ke SD. ada salah seorang murid special needs, down syndrome, yang ternyata bisa membaca dengan cukup lancar. semua orang di ruangan menangis terharu melihatnya, apalagi ketika anak tersebut mengucapkan, "aku sayang mama dan papa." :')

    al falah menerima murid pra sekolah sejak mereka berusia 2 bulan.. masih baby banget ituh...

    jam sekolah mereka dari jam 7 sampai jam 2 (usia pra sekolah sampai SD kelas 2)
    dan jam 7 sampai jam 4 sore (usia kelas 2 sampai SMA).
    ada juga program extended untuk anak pra sekolah yang mungkin tidak bisa dijemput jam 2 siang oleh orang tuanya.

    oia, di al falah, sekolah sangat menekankan partisipasi aktif orang tua muridnya dalam pendidikan anak-anaknya. salah satu caranya adalah dengan mewajibkan orang tua untuk mengikuti PPOT (program Pelatihan Orang Tua).
    selain PPOT, ada beberapa cara lainnya yang mereka lakukan agar orang tua tau dan ikut serta dalam mendidik anak-anaknya.

    untuk administrasi sekolah Al Falah, saya betul2 lupa karena sudah lama sekali saya menanyakan hal itu (terakhir kali ketika memasukkan Ernst ke baby house, sekitar 3 tahun lalu).

    seingat saya,
    baby house-PG: 35 juta, SPP 2.450.000/bulan (belum termasuk extended dan antar jemput)
    TK: 45juta, SPP 2.500.000/bulan (belum termasuk extended dan antar jemput)
    SD: 65jt (SPPnya lupa)
    SMP dan SMA juga lupa... huhuhu maafkan saya.. T_T

    kenapa saya jatuh cinta pada sekolah ini dan memasukkan anak-anak saya sejak usia 1 tahun ke sini? silakan baca ulasannya di sekolah al falah. bagi saya, al falah adalah representasi sekolah ramah anak :).
    untuk profil sekolah al falah di youtube, bisa klik link ini--> profil sekolah al falah




    ini semua sekolah ramah anak yang saya kunjungi langsung satu persatu.. dan saya hanya mengamati jenjang pra sekolah dan SDnya saja.. untuk jenjang lainnya saya belum tahu karena memang belum kepikiran sampe situ.. lha nanti pas smp grasa grusu lagi win.. hehehehhe

    in sha allah lain kesempatan kita bahgas sekolah2 lain yg ramah juga ;)

    kalau ada yang mau nanya2 feel free to text me yo.. inbox aja via FB atau ke windi.ningsih@gmail.com yg mau tau nomor wa atau nomor hp saya.. (GR bener sih ini emak2..hihihihi), yang pasti saya hanya akan kasih nomor hp dan wa saja, karena kalau ngasih nomor pin atm, saya ga bisa..hihihihi

    Sekolah Al Falah: sekolah ramah anak


    postingan ini saya tutup. alasannya? anak-anak kami sudah tidak bersekolah di Al Falah lagi, kami tidak bisa memberikan penilaian secara jujur karena sudah tidak bersentuhan dengan al falah.

    untuk yang masih penasaran mungkin bisa hubungi saya dan akan saya kasih link tentang ulasan sekolah al falah saat anak-anak kami masih di sana. tentu berbeda dulu dan sekarang :)